SUARA BUANA NEWS – TIM Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan terima Rekor MURI. atas pembagian 5000 kartu identitas anak pramuka dan diserahkan Operation Manager Museum Rekor Indonesia (MURI) Andre Purwandono,

Dalam acara itu Bupati Tabalong dan Hulu Sungai Selatan H. Anang Syakhfiani dan H.Achmad Fikry, juga menerima penghargaan Satyalancana pembagunan pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke XXVI yang berlangsung Di Komplek Perkantoran Pemprov. Kalimantan Selatan Banjarbaru, Sabtu (6/7/2019)


PENGHARGAAN Satya Lencana Pembangunan tersebut diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Puan Maharani.

” Seperti tahun sebelumnya Peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini diperingati di Banjarbaru. Tahun depan rencananya akan digelar di Sumatera Barat, di Kota Padang,” ucap menteri.

Puan Maharani juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas terlaksananya kegiatan Peringatan Hari Keluarga Naaional ke XXVI tahun 2019.

Menurutnya Hari keluarga Nasional sebagai perekat keluarga dan kegotong royongan. Mencintai keluarga yang terencana dan berbudaya, berpengetahuan serta sehat sebagai bagian dari keluarga nasional.

Sementara itu , atas nama masyarakat dan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Gubernur H.Sahbirin Noor, mengucapkan selamat datang di Bumi Lambung Mangkurat kepada para menteri, gubernur dan bupati walikota se Indonesia dan seluruh tamu undangan.

Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasih. Kepada semua pihak yang membantu demi suksesnya Hari Keluarga Nasional ke XXVI 2019 di Banjarbaru.

” Bersumber dari sebuah keluarga kita dilahirkan. Tumbuh, remaja kemudian menjadi dewasa dan menikah hingga sampai akhir hayat. Siklusnya tidak keluar dari namanya keluarga. Karena itu hargailah dan cintailah keluarga kita dengan tulus dan kasih sayang, ” kata Gubernur Sahbirin Noor, dalam sambutannya .

Gubernur juga mengatakan bahwa di
dalam masyarakat leluhur orang Banjar, sudah diajarkan budaya kekeluargaan dan kekarabatan dengan konsep “bubuhan dan badingsanakan” yang diartikan sebagai persaudaraan dan kekerabatan yang tidak hanya berlaku pada garis keturunan namun juga berlaku pada semua aspek kehidupan sosial masyarakat Banjar.

Selain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Puan Maharani, juga hadir Menteri Kesehatan Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, dan Kepala BKKBN pusat Hasto Wardoyo.***(ms)