suara banua news -HST, Madu adalah salah satu makanan yang sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.
DALAM berbagai budaya selama berabad-abad, cairan manis ini telah digunakan dalam banyak keperluan pengobatan.

Salah satu yang paling dikenal adalah penggunaan madu dalam pengobatan Ayurveda sela sebagai obat pencernaan dan ketidakseimbangan pada tubuh.

Peluang bisnis dari manfaat madu inilah yang dilirik Fauzi Rahman (30) warga Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Dia salah satu pelaku pembudidaya madu lebah Kalulut yang sukses dengan memanfaat lahan yang ada sekitar rumahnya.


Fauzi mengaku sudah malang melintang di bisnis Madu Kalulut, dengan merintis usaha sejak tahun 2010 lalu.

Produksi Madu Kalulutnya, tidak hanya disebar di pasar lokal, melainkan sudah ke pasar antar provinsi hingga ke luar Kalimantan.

Hingga saat ini, tempat usahanya pun menjadi demplot Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), budidaya lebah kalulut di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Seperti di ketahui Madu Trigona, atau dalam bahasa Banjar dengan madu Kalulut, sudah banyak yang membudidayakannya. Namun hanya sedikit dengan tujuan komersial, sebagaimana yang dilakoni Fauzi.

Di areal lahan demplot budidaya madu lebah Kalulut milik Fauzi, sedikitnya terdapat 40 saranga koloni lebah Kalulut dengan bentuk bangunan rumah unik etnik Banjar, Sulawesi dan Dayak.

Tidak hanya itu, ada juga terdapat bangunan tempat bersantai, kolam ikan serta taman bunga serta spot foto sehingga lokasi peternakan yang instagramable.

Menurut Fauzi, rumah tempat tinggalnya bersama keluarga tersebut dia rancang sendiri, dengan menggabungkan tiga bentuk unsur rumah adat.

“Saya menyukai seni, dan karya seni ini bertujuan untuk memasarkan dan mengenalkan peternakan madu kalulut yang saya geluti,”ungkapnya.***
Iberahm sbn