suara banua news- MARTAPURA, Sejak diguyur hujan sejak beberapa hari, sejumlah ruas jalan desa di Kabupaten Banjar terendam air. Selain intensitas curah hujan yang tinggi, luapan air pasang juga ikut menambah debit air hingga merendam sejumlah ruas jalan desa.
BERDASARKAN data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar pada, 7 November 2022, mencatat sejumlah ruas jalan desa yang terendam air dengan ketinggian dari 5Cm hingga 80 Cm.
Ruas jalan desa yang terendam itu, antara lain Desa Takuti, Tanah Abang, Simpang Tiga, Desa Umbul dan Kecamatan Mataraman serta Kecamatan Astambul.
Kekhawatiran ancaman banjir juga dirasakan warga di Kecamatan Martapura Barat, dimana kondisi air sudah mencapai bibir jalan.
Apalagi saat ini, warga Desa Sungai Batang Ilir sedang berupaya mengeringkan gabah hasil panen yang menggunakan ruas jalan desa sebagai tempat menjemur gabah atau padi.
” Air sudah merendam areal lahan pertanian setinggi 100 cm. Agar butiran padi tidak terendam, maka memotong menggunakan Arit agar bisa cepat selesai,” kata Hasbullah salah satu petani di Desa Sungai Batang Ilir, Selasa 8 November 2022.
Dari hasil panen itu, petani sangat berharap pada kondisi cuaca panas, agar gabah bisa dijemur dan cepat kering, jika tidak butiran akan tumbuh menjadi bibit.
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu ini, Camat Martapura Barat, Ahmad Rabani mengimbau warganya agar selalu waspada terhadap ancaman banjir?
” Memasuki musim penghujan tahun ini, agar selalu waspada dan dan mengamankan jaringan listrik, serta mempersiapkan lokasi penempatan gabah padi ketempat yang lebih tinggi agar tidak terendam banjir,” pesan camat.
Di Kecamatan Martapura Barat sendiri di penghujung tahun 2020 dan memasukkan awal tahun 2021, sedikitnya 13 desa yang terdampak banjir dengan ketinggian air antara 50 hingga 150 cm dan merendam ribuan blik gabah hasil panen serta ratusan blik gabah dinyatakan rusak akibat terendam air.***
foto : kondisi banjir di salah satu desa di kabupaten Banjar di akhir tahun 2020


















