suara banua news – BANJARMASIN, Ruas jalan baru yang dibangun Pemko Banjarmasin, yang menghubungkan Jalan Rahayu Pembina Ujung dengan Jalan Karya Budi Utama II, Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur, dikhawatirkan warga akan menimbulkan titik kemacetan baru?
PENGGUNA jalan yang melintas melewati Jalan Sungai Lulut, akan memilih ruas jalan alternatif tersebut, dari pada melewati pasar oprokan di Sungai Lulut yang selalu macet.
“Jalan di sepanjang Rahayu Pembina sangat sempit. Kita bingung dengan Pemko Banjarmasin dan Dinas PUPR Banjarmasin, bagaimana membuat kajiannya,” kata Dedy Koco Susilo, selaku Ketua Komplek Bumi Intan Rahayu Berkah, mewakili warga, melalui pesan WhatsApp.
Seharusnya, saat membuka akses jalan baru, terutama dalam hal akses jalan pemukiman, Pemko dan dinas terkait terlebih dahulu mensosialisasikan dan membebaskan jalan agar lebarnya sesuai jalan standar, sehingga tidak terjadi kemacetan.
“Lihat saja jalan alternatif baik melalui Rahayu Pembina maupun tembus ke Semanda itu macet. Dalam hal ini, kami warga minta kiranya Pemko dan dinas terkait segera memberikan jawaban apa planing mereka untuk mengatasi kemacetan, jika jembatan sungai layang sebagai penghubung ini selesai, dan jalanan pemukiman warga menjadi macet,” jelas Dedy Koco Susilo.
![]()
Sebagai warga dirinya sangat mendukung pembuatan jalan untuk mengurai kemacetan di sepanjang Jalan Sungai Lulut, tetapi jangan menimbulkan kemacetan baru di wilayah pemukiman warga sepanjang Rahayu, sambunngnya.
“Yang kami tunggu-tunggu sebenarnya adalah pelebaran dan penambahan jalan alternatif menuju ke Jalan Pramuka,” lanjutnya. ***


















