suara banua news-MARTAPURA, Sopir taxi hijau yang beroperasi di Martapura, mengeluhkan beroperasinya Bus Trans Banjarbakula di Kabupaten Banjar.
MEREKA menilai, beroperasinya Bus Trans Banjarbakula tersebut, telah memutus mata pencaharian para sopir Hijau.
Fahrurrazi, salah satu sopir angkot, yang menyampaikan keresahan dengan cara menghentikan 2 buah Bus Trans Banjarbakula mengatakan,
aksi menghentikan Bus Trans Banjarbakula, upaya mereka menyampaikan aspirasi.
“Kami berharap, dengan adanya aksi tadi, sopir BTS Banjarbakula bisa menyampaikan ke atasan mereka,” ungkap Fahrurrazi.
Mewakili rekan seprofesinya, Fahrurrazi menuturkan, bahwa mereka tidak setuju dengan adanya Bus Trans Banjarbakula yang masuk ke Martapura.
” Ini berdampak ke mata pencaharian kami. Sebelum bus masuk, angkutan sudah sepi. Sekarang tambah sepi,” jelasnya.
Usai menyampaikan aspirasinya,
Bus Trans Banjarbakula itu kembali beroperasi.
Sedangkan para sopir taksi hijau, pergi ke kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, untuk berdialog dengan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana.
Keresahan sopir angkot merupakan hal yang wajar dan setiap kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah memiliki pro dan kontra, kata Nyoman.
“Tapi kami tetap mendukung adanya Bus Trans Banjarbakula di Kabupaten Banjar ini”
” Kami terap menampung aspirasi mereka dan mencoba mencarikan solusi terbaik bagi para sopir angkot di Martapura,” sambungnya.
Menurut Nyoman, pihaknya sudah membukakan trayek untuk sopir angkot. Ada dua trayek, di Bincau dan arah Pondok Pesantren Darul Hijrah.
Dengan solusi ini,harapannya para sopir angkot bisa beroperasi di trayek baru dan memberikan layanan kepada masyarakat di daerah tersebut, lanjutnya Nyoman.
Dalam pertemuan itu, Nyoman juga menyampaikan agar Organda Kabupaten Banjar bisa memiliki badan hukum.
“Kita harap mereka bisa membuat badan hukum seperti PT, CV, atau koperasi agar kami juga bisa membantu mereka sebagai angkutan feeder,” terangnya Nyoman.
![]()
Realisasi angkot hijau Organda Martapura sebagai feeder akan dilaksanakan secepatnya tergantung kesiapan para sopir angkot.
“Kalau mereka cepat membuat badan hukum. Kita siap untuk membantu mereka dan membina sebagai angkutan feeder. Bahkan di APBD perubahan sudah dianggarkan sebesar Rp. 160 juta untuk feeder yang memberikan pelayanan,” jelasnya lagi.
Seperti diketahui, Bus Trans Banjarbakula sudah mulai beroperasi di Martapura, per 1 September 2024.***
nr sbn


















