suara banua news – MARTAPURA, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar baru saja menggelar Ekspose Kajian Akademis Kebermanfaatan Program Batumbangtani yang bertujuan untuk menilai dampak program ini terhadap peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani lokal.

ACARA di gelar di Aula Dinas Pertanian ini di buka resmi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah, pada Kamis 14 November 2023.


” Program Batumbangtani diluncurkan dengan tujuan untuk memberikan pelatihan, bantuan teknis, serta pendampingan kepada para petani agar mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian mereka, serta mencetak para petani milenial,” jelasnya Plt. Sekretaris Dinas Pertanian Ir. Retno Sri Murwan.

Retno Sri Murwani juga menyampaikan bahwa Program Batumbangtani berupaya untuk menumbuhkan dan mengembangkan petani milenial, salah satu caranya dengan melakukan pelatihan teknis pertanian bagi petani milenial dari hulu hingga ke hilir.

“Program Batumbangtani ini sudah berjalan dari tahun 2021 sampai saat ini 2024, melalui kegiatan ekspose Program Batumbangtani ini di tahun berikutnya dapat lebih baik lagi dengan formula pelatihan yang lebih menarik dan aplikatif bagi para petani,” Ungkapnya

Retno menambah kan maka dari itu kami masih perlu dukungan dari berbagai Pihak, Stakeolder dan Lembaga terkait lainnya agar pelaksanaan kedepannya lebih baik lagi.

Program Batumbangtani telah memberikan dampak positif dalam beberapa aspek berikut manfaat yang dirasakan peserta program yaitu :

Menambah pengetahuan dan keterampilan 52,44% ; Menambah pertemanan/ relasi sejumlah 17,07%; Motivasi mengembangkan/memperluas usaha sejumlah 14, 63%.

Meningkatkan produksi dan pendapatan sejumlah 7,32%; Meningkatkan akses dan informasi pasar sejumlah 6,10%; Meningkatkan pengelolaan keuangan sejumlah 1,22% dan Akses permodalan sejumlah 1,22%

Program ini juga mendukung penerapan pertanian berkelanjutan melalui praktik-praktik ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk organik dan metode pengendalian hama alami, yang mendapat respon positif dari masyarakat.

Saat di tanya berapa jumlah petani milenial yang sudah di bina Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Retno mengatakan setiap tahun itu ada 1.000 peserta di kali kan tiga tahun itu sudah 3.000 peseta yang ikut petani millennial

” Sasaran petani milenial adalah pemuda dari usia 20-45 tahun, ini bertujuan agar regenerasi tetap ada, dengan regenerasi petani milenial,” tambahnya

Pemuda tadi ini tidak hanya dapat bimbingan dari dinas pertanian, tetapi dari instansi terkait.

Dari proses mulai berproduksi, kemudian dicarikan pangsa pasarnya, dibantu permodalannya, kemudian bagaimana cara, pemasaran yang baik sampai packagingnya supaya bisa meningkatkan nilai jual produk petani tadi, Arah pasarnya itu kemana.

” Jadi saya disuruh nanam lombok tapi pemerintah sudah harus bisa menjamin pasar sama harganya, Nah itu tadi salah satu rekomendasinya seperti itu,
Ya pendampingan ke berlanjutannya,” lanjutnya. ***
gusdur sbn