suara banua news -MARTAPURA, Seorang anak yang diduga korban tabrak lari di jalan Bypass Sungai Ulin Mataraman, 1 pekan yang lalu, kini dalam perawatan media.

KORBAN yang diketahui bernama Muhammad Rifki Fadilah (10 tahun) warga Desa Jingah Habang Ilir, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Anshari Saleh Banjarmasin.


Warhamni, kordinator penggalangan dana untuk korban Muhammad Rifki Fadilah, mengatakan, dana yang terkumpul akan diserahkan kepada korban.

“Kami melakukan penggalangan dana di dua tempat, yakni di Jalan PHM Noor, dan di Jalan Sungai Ulin Mataraman. Hasilnya akan kami serahkan langsung untuk mengurangi beban dari keluarga ananda Rifki,” kata Warhamni.

Pihaknya juga baru mengetahui bahwa untuk biaya operasi anak ini adalah 50 juta rupiah.

Karena banyaknya dana yang dibutuhkan untuk biaya operasi, dirinya berharap
kepada Pemkab Banjar dan para dermawan, pengusaha untuk bisa membantu meringankan Rifki.

Sedangkan orang tuanya Rifki, diketahui orang yang tidak mampu. Sehingga perlu uluran tangan para dermawan, agar operasi Rifki bisa berjalan lancar.

“Infonya tindakan lebih lanjut memerlukan 50 juta. Saya sebagai koordinator lapangan penggalangan dana kemungkinan bisa melakukan penggalangan yang kedua,” jelasnya.

Warhamni mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa Rifki, terlebih orang tua Rifki adalah buruh petik kembang.

“Infonya ada pembekuan darah pada otak korban sehingga tidak sadarkan diri. Kemungkinan dokter akan mengambil tindakan, cuma dana nya sekitar 50 juta,” kata tokoh masyarakat Karang Intan ini.

“Semoga ananda Rifki bisa kembali sembuh seperti semula, dan tentunya semoga mendapatkan bantuan dari pemerintah ataupun dermawan,” tandasnya. ***
nurul octaviani sbn