suara banua news MARTAPURA, Pasca kegiatan haul Guru Sekumpul Minggu malam 5 Rajab 1446 H bertepatan 5 Januari 2025, pedagang wadai di Pasar Martapura, ramai dikunjungi pembeli.

MEREKA yang membeli wadai khas Banjar ini, kebanyakan berasal dari luar yang merupakan jamaah haul Guru Sekumpul yang masih bertahan beberapa hari untuk bersilaturahmi dengan keluarga di Martapura.


“Alhamdulillah kalau dekat haul banyak pembeli dari luar daerah yang datang,”kata Erna, pedagang wadai di Martapura, Selasa 7 December 2025.

Selain itu, wadai khas Banjar yang dibeli sebagian dibawa ke kampung halaman sebagai oleh oleh dari Martapura, seperti Kue Sagu, Kekicak, Dodol, Jaring atau Jengkol, dan kue khas Banjar lainnya seperti Petah.

“Yang banyak dicari pembeli biasanya jaring (jengkol) dan petah. Karena kalau di Martapura dua makanan ini punya ciri khas tersendiri pada lalaan,” tambah Erna.

Jengkol atau Jaring Martapura memiliki ciri khas tidak berbau dan teksturnya yang empuk hingga mudah untuk dimakan bersama lalaan yang gurih menjadi primadona para pembeli.

Begitu juga dengan Petah, kue khas Banjar ini memiliki tekstur yang legit dan lembut dengan warna hijau dari Daun Pudak (pandan) membuat kue ini terlihat cantik.

Terlebih lagi jika dimakan dengan lalaan yang gurih dan ditaburi bawang goreng, sehingga menambah aroma wadai satu ini.

Pasar wadai Martapura biasanya buka mulai pukul 07.00 Wita hingga 17.00 Wita. Harga jajanan yang dijual pun terjangkau, yakni mulai dari Rp5 ribuan saja sudah bisa menikmati kue khas Martapura ini.***
nurul octaviani sbn