suara banua news-WANARAYA, Penjualan hewan kurban, terutama sapi di wilayah Kabupaten Batola, mengalami penurunan hingga 50 persen menjelang Idul Adha tahun 2025 ini.

LESUNYA perekonomian masyarakat yang belum stabil dinilai berdampak terhadap daya beli masyarakat, termasuk hewan kurban?


Hal ini diungkapkan Sariyuddin, salah satu pedagang hewan sapi kurban yang berada di Kecamatan Wanaraya Kabupaten Batola.

Menurutnya, minat masyarakat untuk membeli hewan sapi kurban tahun ini menurun signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Ia memperkirakan kondisi ini disebabkan oleh lesunya perekonomian yang belum sepenuhnya stabil, sehingga daya beli masyarakat pun ikut terdampak.

“Selain faktor ekonomi, Sariyuddin juga menyebut adanya pengaruh situasi politik, tahun ini bukan tahun politik, tidak seperti tahun 2024 kemarin. Itu juga berpengaruh terhadap minat beli,” jelasnya.

Sebagai perbandingan, pada tahun lalu, sebulan sebelum Hari Raya Idul Adha, ia berhasil menjual sekitar 250 ekor sapi.

Namun hingga awal Mei 2025, baru sekitar 125 ekor hewan sapi kurban yang terjual.

Meski terjadi penurunan permintaan, harga hewan sapi kurban di wilayah tersebut masih tergolong stabil.

Harga ditentukan berdasarkan berat daging, di mana sapi berbobot 80 kilogram dijual seharga Rp18 juta, sedangkan sapi berbobot 90 kilogram dibanderol Rp19 juta dan seterusnya, sambungnya.

Untuk ketersediaan stok, Sariyuddin memastikan hewan sapi kurban di wilayah Kecamatan Wanaraya masih cukup banyak.

Peminat tidak hanya berasal dari Kabupaten Batola, tetapi juga datang dari luar daerah seperti Banjarmasin dan beberapa wilayah di Kalimantan Tengah, seperti Kabupaten Kuala Kapuas hingga Palangkaraya, lanjutnya. ***
ahim sbn