suara banua news -BANJARBARU, Ketua Asosiasi Psikologi Pendidikan Indonesia (APPI) Kalimantan Selatan, Rika Vira Zwagery, M.Psi, Psikolog, menyayangkan penyelenggaraan acara pengukuhan dan perpisahan siswa SMAN 1 Sungai Tabuk di sebuah klub malam. Rika menilai, momen sakral tersebut seharusnya dirayakan di tempat yang lebih sesuai.

PERPISAHAN dan pengukuhan seharusnya dilaksanakan dengan khidmat,” jelas Rika saat dihubungi, Minggu 11 Mei 2025.


Kegiatan tersebut justru mencoreng citra institusi pendidikan. Sekolah, menurutnya, seharusnya lebih teliti dalam merencanakan acara dan memperhatikan batasan-batasan yang berlaku bagi siswa remaja, sambungnya.

Meskipun memahami bahwa klub malam mungkin terasa menyenangkan bagi remaja, Rika mengingatkan potensi dampak negatifnya.

“Tempat tersebut bisa memberikan euforia yang ingin diulang, secara tidak langsung mengenalkan remaja pada tempat hiburan malam (THM) dan menciptakan peluang bagi mereka untuk kembali ke tempat tersebut,” jelasnya lagi.

Dari sisi psikologis, Rika menilai pemilihan tempat tersebut kurang tepat dan perlu pertimbangan lebih lanjut.

Klub malam memiliki stigma negatif yang dapat memberikan persepsi buruk terhadap acara tersebut.

Ia juga menyayangkan sikap pihak sekolah yang dinilai tidak mematuhi aturan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Banjar terkait penyelenggaraan acara perpisahan siswa.

Rika memberikan pesan kepada guru dan orang tua siswa yang terlibat dalam acara tersebut agar memberikan edukasi kepada siswa mengenai konsekuensi mengunjungi tempat hiburan malam, waktu yang tepat untuk berkunjung, dan perilaku yang seharusnya ditunjukkan di tempat tersebut.***
nurul octaviani sbn