sbn-MARTAPURA, Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar rapat koordinasi penanganan banjir di Aula Mini Barakat, Martapura, Sabtu pagi, guna menyelaraskan langkah lintas sektor dalam mengantisipasi dan mengelola dampak bencana yang masih terjadi di beberapa wilayah.

ACARA yang dipimpin Sekretaris Daerah H Yudi Andrea dihadiri oleh berbagai pimpinan dan perwakilan SKPD serta instansi terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, dan lainnya.


Dalam rakor tersebut disampaikan bahwa debit air di sebagian wilayah mulai menunjukkan tren penurunan.

Namun, masih ada delapan kecamatan yang menghadapi banjir dengan tingkat debit air sedang hingga tinggi.

Sementara itu, Kecamatan Gambut dan Kertak Hanyar sudah mulai menunjukkan perbaikan dengan penurunan debit air.

“Banyak pengungsi yang sudah kembali ke rumah masing-masing, sehingga lokasi pengungsian di Sungai Tabuk dan Aula Dinas Pendidikan telah kami tutup,” kata Setda Yudi Andrea.

Sebagai langkah penyesuaian, sejumlah dapur umum yang sebelumnya dibuka di Sungai Tabuk telah ditarik. Meskipun demikian, pemerintah tetap memberikan dukungan logistik bagi desa-desa yang masih menjalankan dapur umum secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Untuk mengatur langkah selanjutnya, Pemkab Banjar menetapkan status Transisi Tanggap Darurat Menuju Pemulihan yang akan berlaku mulai tanggal 19 Januari 2026.

Menurut Yudi, berdasarkan pengalaman sebelumnya pada tahun 2021, masa transisi ini dapat berlangsung hingga tiga bulan dan bisa diperpanjang sesuai kondisi lapangan.

Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyakit pasca banjir seperti diare, masalah kulit, dan ISPA. “Segera kunjungi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan keluhan kesehatan,” pesannya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha menjelaskan bahwa kecamatan yang masih mengalami genangan sedang hingga tinggi adalah Martapura, Astambul, Martapura Timur, Martapura Barat, Sungai Tabuk, dan Cintapuri Darussalam.

Sedangkan genangan rendah terjadi di sebagian wilayah Kecamatan Gambut dan Kertak Hanyar.***