sbn-MARTAPURA, Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar dengan Dinas Pendidikan yang digelar Rabu (22/4/2026) berlangsung panas.

SEJUMLAH anggota dewan melontarkan kritik tajam terkait program pembangunan fasilitas sekolah, khususnya soal anggaran pembangunan wastafel yang dinilai tidak masuk akal dan berpotensi memboroskan keuangan daerah.


Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV, Hj. Anna Rusiana, didampingi Wakil Ketua Habib Abu Bakar Bahasyim serta anggota lainnya, dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Fenny beserta jajaran.

Dalam forum tersebut, Anggota Komisi IV, Kursani, menilai rencana pembangunan fasilitas cuci tangan tersebut terlalu mahal.

Menurutnya, anggaran yang mencapai Rp50 juta per unit dinilai tidak wajar.

“Kalau wastafel sampai Rp50 juta, itu terlalu besar. Padahal kalau dibuat sederhana pakai keran, cukup Rp2 sampai Rp 5 juta saja sudah bisa digunakan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV, Hj. Anna Rusiana, juga mempertanyakan urgensi program tersebut, terutama di wilayah bantaran sungai.

Anna menilai pembangunan harus disesuaikan dengan kondisi lokasi agar tepat guna.

“Kalau di daerah bantaran sungai, cukup tandon air dengan pipa paralon saja. Itu lebih ekonomis. Jangan sampai program ini tidak tepat guna,” tegasnya.

Anna juga menekankan agar perbaikan sarana prasarana dilakukan merata, terutama untuk tingkat SD, agar anak-anak lebih semangat bersekolah.

Anna meminta kebutuhan mendasar seperti meja, kursi, hingga kondisi gedung menjadi prioritas utama, bukan disamaratakan tanpa melihat konteks kebutuhan.***