sbn-MARABAHAN, Suasana di Kabupaten Barito Kuala semakin hidup dan semarak menjelang pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
SALAH satu rangkaian kegiatan yang paling dinanti, yaitu Pawai Ta’aruf, digelar pada Sabtu siang ini dan berhasil menarik perhatian ribuan warga yang memadati sepanjang rute perjalanan.
Pawai ini diikuti secara penuh oleh kafilah yang mewakili 13 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Sepanjang jalan yang dilalui, terlihat beragam atraksi seni, pertunjukan budaya, serta kreasi mobil hias yang dipersiapkan dengan matang oleh setiap daerah.
Iringan peserta dimulai dari kafilah Kabupaten Tabalong dan diakhiri oleh tuan rumah, Kabupaten Barito Kuala.
Setiap daerah menampilkan ciri khas dan identitas budayanya masing-masing, mulai dari penampilan drumband yang energik, tarian tradisional yang memukau, hingga karya seni khas daerah.
Sebagai contoh, Kafilah Kabupaten Tapin tampil menonjol dengan penampilan drumbandnya, sedangkan Kafilah Hulu Sungai Selatan menyuguhkan Tarian Japin yang disambut antusias oleh para penonton.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pamer kesenian. Sejumlah kafilah juga berbagi kebahagiaan dengan membagikan suvenir dan makanan khas daerah kepada warga yang menyaksikan.
Salah satunya adalah Kafilah Kabupaten Kotabaru yang membagikan amplang, camilan khasnya, kepada penonton yang hadir.
Azizah, warga Kecamatan Ulu Benteng, mengaku sangat terkesan dengan kemeriahan pawai tersebut.
“Sangat meriah, unik, dan menghibur. Kita bisa melihat beragam budaya dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan dalam satu waktu,” jelasnya.
Azizah datang secara khusus untuk menyaksikan langsung penampilan para peserta dan menyampaikan harapannya agar tuan rumah dapat meraih prestasi terbaik pada MTQ tahun ini.
Pihak penyelenggara menyebutkan bahwa Pawai Ta’aruf memiliki makna lebih dari sekadar hiburan.
Selain menjadi sarana silaturahmi dan saling mengenal antar-kafilah, kegiatan ini juga berfungsi sebagai media memperkenalkan kekayaan budaya serta potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah kepada masyarakat luas.
Kegiatan ini menjadi pembuka yang semarak sebelum rangkaian lomba tilawah Al-Qur’an resmi dimulai.***
ahim sbn


















