sbn-MARTAPURA, Berdasarkan hasil pemetaan yang telah dilakukan, enam kecamatan di Kabupaten Banjar ditetapkan sebagai wilayah prioritas utama penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

KEENAM wilayah tersebut meliputi Martapura Barat, Martapura Timur, Sungai Tabuk, Gambut, Kertak Hanyar, dan Cintapuri Darussalam.


Kawasan ini dinilai memiliki tingkat kerawanan yang lebih tinggi dibanding daerah lain, terutama karena sebagian besar merupakan lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menyatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung untuk menanggulangi kebakaran.

Di antaranya adalah pompa pemadam atau alkon, selang, mesin pemadam, hingga mobil tangki air yang siap dikerahkan kapan saja.

Untuk memudahkan pengendalian operasi, BPBD juga akan mengaktifkan tiga posko utama, yaitu Posko Induk di kantor BPBD Banjar, Posko Martapura Barat, dan Posko Cintapuri Darussalam.

Posko-posko ini nantinya akan diperkuat dengan keberadaan posko pendukung di beberapa kecamatan lainnya.

Dukungan anggaran pun telah disiapkan, sekitar Rp100 juta yang akan digunakan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan selama musim kemarau berlangsung.

Wasis menambahkan, timnya baru saja berhasil memadamkan beberapa titik kebakaran lahan yang terjadi belakangan ini.

Berkat respons yang cepat, api dapat dilokalisasi dan tidak meluas hingga membahayakan pemukiman warga.

Dari evaluasi tahun sebelumnya, penyebab kebakaran sebagian besar dipicu aktivitas manusia yang membuka lahan dengan cara dibakar, sementara sisanya disebabkan faktor alam.

Oleh karena itu, selain kesiapan alat dan personel, pihaknya bersama instansi lain akan memperkuat langkah pencegahan. Sosialisasi akan digencarkan lewat media sosial, siaran radio, pamflet, serta edukasi langsung ke masyarakat.

“Pencegahan adalah kunci utama. Kami akan terus bersinergi dengan semua pihak agar potensi kebakaran dapat diminimalkan sejak dini,” kata Wasis.***