suara banua news-BARITO KUALA, Jembatan penghubung antar kampung di Desa Tanggul Rejo Kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala, kondisinya sangat memprihatinkan. Jembatan berbahan Kayu Ulin ini diperkirakan berumur 30 tahun, dan tidak bisa diperbaiki dengan dana desa karena jembatan merupakan asset Pemkab Barito Kuala.

MENURUT Suparmin warga Desa Tanggul Rejo, jembatan dengan panjang 86 meter dan lebar 3 meter ini sudah 4 tahun yang lalu mengalami kerusakan, akibat termakan usia.


Kerusakan yang paling parah berada di bagian lantai jembatan yang banyak patah, selain tiang jembatannya juga banyak yang rusak, kata Suparmin, Senin (12/10/2020).

Sementara itu, untuk perbaikan jembatan warga setempat bergotong royong memperbaikinya dengan dana patongan yang dikumpulkan dari warga pula.

“Jembatan ini posisinya sebagai jembatan penghubung antar desa. Sehingga harus selalu diperbaiki, agar bisa dimanfaatkan warga,” jelasnya Amberi, Kepala Desa Tanggul Rejo.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Tanggul Rejo, Amberi mengatakan, jembatan yang rusak tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Batola, sehingga untuk menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tidak bisa.

Agar jembatan ini bisa diperbaiki dengan menggunakan dana Pemkab Barito Kuala, pihaknya sudah mengusulkan setiap tahun melalui musrembang kecamatan, namun tak kunjung terealisasi.

“Sejak saya menjadi Kades pada tahun 2015 lalu, hingga saat ini perbaikan masih belum terealisasi. Kondisi jembatan sepertinya tinggal menunggu waktu ambruknya saja,”tandasnya.***

iberahim sbn