suara banua news – BANJAR, Dinas Perikanan Kabupaten Banjar melakukan menhingatkan kepada pemilik tambak ikan agar berhati hati menghadap potensi cuaca ekstrem, menyusul masuk musim penghujan tahun ini.

HIMBAUAN tersebut disampaikan melalui surat edaran maupun media sosial serta informasi yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjar.


” Pihak kami tidak ingin usaha pembudidaya ikan, baik itu yang berada di keramba, jala apung maupun di kolam atau tambak, kembali merugi akibat terdampak banjir,” ungkap Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar, Reza Daully, Rabu (1/12/2021).

Dia juga mengemukakan, agar para pembudidaya ikan mengamankan karamba jaring apung dengan memperkuat ikatan agar tahan terhadap arus sungai yang kemungkinan akan menguat apabila volume airv di hulu sudah maksimal.

Sebaiknya mulai sekarang para petani bisa lebih memperkuat tali pengaman khususnya milik pembudidaya ikan jala apung, ataupun memanen hasil budidaya ikannya yang sudah layak konsumsi demi menghindari kerugian yang lebih besar lagi nantinya, sambung Reza Daully.

Maka dari itu di musim penghujan ini, pihaknya meminta para pembudidaya aga selalu memperhatikan imbauan dari pemerintah daerah, seperti selalu update informasi kekinian baik itu di media sosial ataupun informasi yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjar.

” Selain memantau perkembangan informasi baik di media sosia dan juga BPBD kami juga meminta mereka melihat kondisi alam langsung yang ada di sekitar lokasi budidaya mereka sebagai antisipasi dini, ” lanjutnya lagi.

Seperti diketahui pada awal tahun Januari 2021 lalu, berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Banjar, ada sebanyak 2348 Keramba Jala Apung (KJA) seluas 396 hektar di 12 Kecamatan hancur di terjang banjir, dan membuat kurang lebih 1836 rumah tangga petani, serta usaha pengolahan ikan mengalami kerugian 70 milliar rupiah lebih.***
suara banua news