suara banua news – BERINGIN, Sebuah jembatan berbahan kayu Ulin di Desa Beringin Kencana Kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala dikeluhkan warga. Selain memprihatinkan, kondisi bangunan jembatan juga sudah lapuk termakan usia.
DIJELASKAN Ali warga setempat, selain jembatan, ruas jalannya juga mengalami kerusakan. Jika sehabis hujan ruas jalan berair bercampur lumpur, karena berlobang.
” Kerusakan ruas jalan milik aset desa ini menjadi keluhan kami warga Desa Beringin Kencana”
” Oleh karenanya, kami mengharapkan adanya upaya perbaikan, agar arus lalulintas bisa lancar dan nyaman dilewati pengguna jalan,” jelasnya, Senin 17 Oktober 2022.
Dikatakannya lagi, bahwa posisi jembatan dan ruas jalan yang rusak itu, menghubungkan beberapa desa disekitarnya. Salah satunya Desa Tanggul Rejo.
Sementara itu Kepala Desa Beringin Kencana Murtoyo, saat dikonfirmasi oleh suara banua news mengatakan, sejak pandemi COVID-19 tahun 2020, terdapat perubahan regulasi mengenai penggunaan dana desa, sehingga perbaikan kedua infrastruktur ini terpaksa tertunda.
Penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) yang diterima pemerintah desa 30 persen dipergunakan untuk operasional penyelenggaraan pemerintah desa untuk pembiayaan operasional desa, termasuk biaya operasional BPD serta biaya operasional tim penyelenggara alokasi dana desa.
Adapun pendapatan desa pertahunnya antara lain ADD Rp 330.049.335 dan dana desa Rp 776.091.300 , dengan total Rp 1.106.140.635 dan sudah termasuk silpa dari tahun sebelumnya.
” Sementara itu perioritas dana desa 70 persen untuk bantuan langsung tunai desa, 40 persen , penanganan covid-19, ada 8 persen untuk ketahanan pangan dan ekonomi yang mencapai 20 persen dan sisanya untuk pelayanan kesehatan, PKK, TK, PKDTD dan lainnya”, jelasnya Murtoyo.***
iberahim sbn


















