suara banua news – MARABAHAN,
Badan Pertanahan Nasional ( BPN) Kabupaten Batola menggelar rapat instansi dilingkup Pemkab Batola dalam upaya persiapan
gugus tugas reporma agraria.

GUGUS tugas reforma agraria bertujuan menata kembali penguasaan, kepemilikan, penggunaan dan pemanfaatan sumberdaya agraria dalam rangka mencapai kepastian dan perlindungan hukum serta keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.


Kepala BPN Kabupaten Batola, Syamsu Wijaya menjelaskan pentingnya memahami apa itu reforma agraria bagi para perangkat daerah yang terkait untuk membantu dalam mewujudkan gugus tugas reforma agraria di Kabupaten Batola.

Termasuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam penyusunan dan penetapan kebijakan tentang bidang pertanahan.

” Kita jua sudah membentuk reporma agararia tahun anggaran 2023. Selain itu, setelah adanya rapat persiapan reporma agararia ini, kita akan lanjutkan pengambilan data lapang oleh konsultan sebanyak 3 orang,” jelasnya Syamsu Wijaya, Rabu 1 Maret 2023.

Selanjutnya dari hasil pengambilan data dilapangan, diteruskan dengan integrasi data. Data apa saja yang kita dapatkan dalam rangka penyelesaian tanah objek reporma agraria tersebut.

Dan kedepannya, nantinya, kami akan membentuk kampung reporma agraria. Kampung tersebut merupakan dari penataan aset proses sertipikasinya dari PTSL atau redistribusi.

Setelah itu, melalui penataan aset akan kita lakukan pemberian aksesnya, agar tanah tersebut bisa diberdayakan.

Rencananya, kampung reporma agraria ini, akan dibentuk hanya 1 di wilayah Kabupaten Batola.***
iberahim sbn