suara banua news- BANJARBARU, Sebuah truk bermuatan Ammonium Nitrate bernopol DA 8147 PZ mengalami kecelakaan di Jalan Mistar Cokrokusumo, Kelurahan Sungai Besar, Banjarbaru Minggu 26 Mei 2024 malam.

TRUK roda enam berwarna orange menabrak bagian belakang truk lain dengan nomor polisi BE 8639 LU.


Kedua truk yang berasal dari perusahaan yang sama itu berjalan beriringan dari arah Cempaka menuju Bundaran Simpang Empat Banjarbaru.

“Kemudian saat di TKP, truk dengan plat BE itu mengerem karena ada sebuah mobil yang keluar dari jalan Puyau ingin menyeberang,” jelas Kanit Gakkum Polres Banjarbaru, IPDA Junaedi di lokasi kejadian.

Melihat truk berplat BE 8639 LU mengerem, maka truk dengan plat DA 8147 BZ juga mengerem. Namun, karena muatannya banyak dan kondisi Jalan Cokrokusumo yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalsel itu menurun, maka tabrakan tidak bisa dihindari.

“Akibatnya kabin depan DA8147BZ mengalami kerusakan dan sopir terjepit,” lanjutnya.

Saat ini, sang sopir menjalani perawatan di RSU Idaman Banjarbaru karena mengalami luka-luka. Tapi belum diketahui pasti apakah luka tersebut parah hingga menyebabkan patah kaki dan sejenisnya.

Kemudian, 12 karung muatan Ammonium Nitrate yang terbungkus dalam karung besar berukur 1.200 kilogram atau setara dengan 1,2 ton dari PT Kaltim Nitrate Indonesia itu dibongkar dan dimuat kembali ke sebuah truk berwarna kuning dengan nomor polisi DA 8782 CX.

Kabarnya, muatan tersebut tetap dikirim ke tempat tujuan yang hingga kini belum diketahui pasti kemana tempatnya.

Sementara itu, dua truk yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas di TKP diamankan pihak kepolisian di Polres Banjarbaru.

Sekedar informasi, PT Kaltim Nitrate merupakan perusahaan bahan kimia yang memproduksi ammonium nitrate terbesar di Indonesia.

Ammonium nitrate sendiri merupakan zat kimia yang tersusun dari reaksi kimia antara zat amonia dan asam nitrat.

Amonium nitrat umumnya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk dan obat-obatan tertentu hingga digunakan sebagai campuran bahan peledak dalam industri pertambangan dan konstruksi.***
nb sbn