suara banua news – MARTAPURA, Wakil Bupati Banjar, Said Idrus Al Habsyie membuka rapat koordinasi penurunan angka stunting di Aula Barakat lantai 2, Martapura.
DALAM rapat koordinasi ini dihadiri kepala SKPD dilingkup Pemkab Banjar dan Kamenag serta Ketua Apdesi kecamatan.
Said Idrus Al Habsyie mengungkapkan rapat koordinasi intervensi serentak pencegahan stunting ini penting dilakukan untuk memastikan cakupan layanan pengukuran lebih luas, deteksi dini masalah gizi dan kesehatan berkelanjutan.
menurutnya, dalam pelaksanaan intervensi serentak pencegahan stunting diperlukan kerja sama dan kolaborasi semua unsur termasuk, masyarakat untuk menanggulangi masalah ini secara efektif.
![]()
Melalui rapat koordinasi ini, selalu ketua TPPA dirinya berharap semua pihak dapat merumuskan rencana aksi bersama yang bisa dilakukan baik dari intervensi sensitif, spesifik dan kolaboratif.
Sementara itu Kepala Dinkes Yasna Khairina didampingi Kepala Dinsos P3AP2KB Banjar Dian Marliana mengungkapkan rencana intervensi serentak pencegahan stunting di Kabupaten Banjar ini akan dilaunching pada 10 Juni 2024 di salah satu posyandu di Kecamatan Kertak Hanyar.
“Intervensi yang dilakukan nantinya adalah melakukan pengukuran atau penimbangan itu 100 persen. Diharapkan melalui intervensi serentak kali ini kita bisa mendapatkan pengukuran tersebut disemua sasaran,” jelasnya.
![]()
Berdasarkan data, ada sebanyak 573 posyandu sudah memiliki antropometri (alat ukur) untuk memantau berat badan, panjang badan dan status gizi balita. Namun ada 11 posyandu tambahan yang memang masih belum punya.
“Solusinya nanti dari posyandu yang berdekatan bisa meminjamkan atau puskesmas di desanya bisa meminjamkan antropometri cadangan,” lanjutnya. ***
![]()
![]()


















