sbn- MEKARSARI, Desa Jelapat 2, Kecamatan Mekarsari, Batola, tengah bersiap untuk menjadi destinasi agrowisata unggulan yang menawarkan pengalaman wisata petik nanas dan susur sungai yang unik.

INISIATIF ini muncul berkat perbaikan signifikan pada aliran sungai oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, yang telah membuka peluang baru bagi pengembangan potensi wisata lokal.


Setelah sungai yang dulunya mengalami pendangkalan dan sering menyebabkan banjir kini dinormalisasi, akses perahu menjadi lebih mudah.

Hal ini memungkinkan Desa Jelapat 2 untuk mengembangkan wisata susur sungai yang terintegrasi dengan perkebunan nanas, menciptakan daya tarik wisata yang menarik.

Armain, seorang petani nanas setempat, mengungkapkan, “Dulu, kebun kami sering terendam banjir saat hujan deras. Sekarang, aliran air sudah lancar, dan banjir tidak separah dulu. Kami jadi bisa menanam kembali.”

Sebelumnya, luas perkebunan nanas di desa ini mencapai 90 hektare, namun akibat banjir, hanya sekitar 30 hektare yang tersisa.

Meski demikian, semangat para petani untuk menghidupkan kembali perkebunan nanas sangat tinggi.

Tanggul sepanjang 3 kilometer yang terbentuk dari hasil pengerukan sungai akan diubah menjadi kebun nanas yang indah, berfungsi sebagai jalur masuk menuju area wisata petik.

Warga berharap, kawasan ini akan menjadi ikon wisata desa yang ramah keluarga dan memberikan nilai edukasi.

“Kami akan menanami nanas di sepanjang tanggul agar terlihat menarik. Harapannya, ini akan menarik wisatawan saat mereka menuju kebun utama,” jelas Armain.

Kelompok Tani Desa Jelapat 2 sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah, provinsi, serta pihak swasta dalam pengembangan infrastruktur wisata, pelatihan sumber daya manusia (SDM), dan promosi digital.

“Dengan adanya pelatihan dan bantuan promosi, kami yakin wisata petik nanas dan susur sungai ini akan menjadi daya tarik baru di Barito Kuala,” kata salah satu perwakilan kelompok tani.

Camat Mekarsari, Agus Supriadi, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan dukungan penuh dari pihak kecamatan.

“Kami sangat mendukung keinginan para petani di Desa Jelapat 2. Potensi wisata petik nanas dan susur sungai ini sangat besar”

“Kami akan mendorong dinas terkait dan pelaku pariwisata untuk memberikan bantuan pelatihan dan promosi,” kata Agus.

Desa Jelapat 2, yang dikenal sebagai sentra nanas, juga aktif berpartisipasi dalam Festival Nanas Kecamatan Mekarsari, yang menjadi ajang promosi hasil pertanian lokal.

Dengan kolaborasi dari berbagai pihak, Desa Jelapat 2 memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi agrowisata unggulan di Kalimantan Selatan.

Ini tidak hanya akan memperkuat ekonomi desa, tetapi juga memperkenalkan potensi pertanian lokal ke tingkat yang lebih luas.***
ahim sbn