sbn- KESEHATAN, Selama ribuan tahun, dunia medis termasuk Eropa mengikuti teori dokter Yunani kuno Galen yang menyatakan darah diproduksi di hati.

NAMUN, pada abad ke-13, seorang dokter Muslim bernama Ibnu Al-Nafis muncul dan dengan berani mengoreksi teori lama tersebut.


Ibnu Al-Nafis menjelaskan secara tepat proses sirkulasi darah paru-paru: darah dipompa dari bilik kanan jantung menuju paru-paru untuk mengambil udara, kemudian kembali ke bilik kiri jantung sebelum disebarkan ke seluruh tubuh. Temuan ini menjadi dasar ilmu kardiologi modern.

Sayangnya, karya Ibnu Al-Nafis sempat hilang dan dunia Barat mengklaim penemuan tersebut milik ilmuwan Inggris William Harvey 300 tahun kemudian.

Baru pada tahun 1924, naskah aslinya ditemukan kembali di perpustakaan Berlin, yang membuktikan bahwa Ibnu Al-Nafis adalah penemu asli sirkulasi darah paru-paru.***
sumber/foto: net