sbn- BANJAR, Kondisi jalan di Desa Biih Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar kembali menambah catatan buruk terkait pengawasan terhadap usaha tambang batubara, setelah kasus serupa sebelumnya terjadi di Desa Gunung Ulin Kecamatan Mataraman.
DARI pantauan lapangan, sebagian jalan di Desa Biih mengalami kerusakan dengan aspal yang terkelupas dan bahkan membentuk gundukan yang membahayakan pengguna jalan.
Dugaan aktivitas angkutan batubara semakin kuat karena tak jauh dari lokasi terlihat lubang tambang dan tumpukan batubara yang belum diangkut.
Kepala Desa Biih, Yusuf Halidi, mengakui jalan tersebut memang sudah rusak sebelumnya, namun aktivitas angkutan memperparah kondisi.
“Tambangnya ada di desa sebelah, tapi mereka melintas di sini. Kita sudah ajukan perbaikan melalui musrembang tapi belum ada tindakan,” jelasnya melalui telepon.
Yusuf juga menyatakan bahwa desanya menerima uang kompensasi dari perusahaan tambang selama empat bulan terakhir, dengan kisaran 4 hingga 6 juta rupiah, yang digunakan untuk keperluan desa.
Angkutan truk tidak dilakukan setiap hari, namun memang melintasi jalan desa.
Menariknya, Camat Karang Intan, Pusaro Riyanto, mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas tersebut.
“Warga dan kepala desa tidak pernah melaporkan,” katanya pada Selasa (31/3/2026).
![]()
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, menyampaikan pihaknya baru mendapat informasi dari media.
“Kita akan lakukan pengecekan lokasi dan laporkan ke instansi terkait. Tahun lalu pernah melakukan penutupan akses serupa,” jelasnya.***
madi sbn


















