sbn-MARTAPURA, Umat Islam di seluruh dunia akan segera memasuki Tahun Baru Hijriah 1448 H yang jatuh pada Senin, 15 Juni 2026, bertepatan dengan masuknya bulan Muharram.
SAAT ini, umat masih berada di bulan Zulhijah, yang merupakan bulan terakhir dari 12 bulan dalam kalender Islam.
Bulan ini juga termasuk ke dalam kelompok bulan haram bersama Rajab, Dzulqadah, dan Muharram, yang di dalamnya kebaikan dilipatgandakan dan larangan lebih ditekankan.
Sebelumnya, pergantian tahun 1447 H ke 1448 H menjadi momen sakral yang penuh makna rohani.
Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan amalan khusus, yaitu membaca doa akhir tahun pada tanggal 30 Zulhijah sebelum waktu salat Magrib, serta membaca doa awal tahun setelah masuk waktu Magrib pada tanggal 1 Muharram.
Kedua doa ini telah diamalkan secara turun-temurun oleh umat Islam sebagai wujud rasa syukur, permohonan ampun, dan harapan akan keberkahan di tahun yang baru.
Mengutip penjelasan dari laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), teks kedua doa ini tercantum lengkap dalam kitab Maslakul Akhyar karya Habib Utsman bin Yahya, yang dikenal sebagai Mufti Batavia pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
![]()
Doa Akhir Tahun
Dibaca pada sore hari tanggal 30 Zulhijah menjelang salat Magrib, doa ini bermakna permohonan ampun atas segala kekhilafan dan dosa yang dilakukan sepanjang satu tahun yang berlalu:
Teks Arab:
للّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Tulisan Latin:
Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.
Artinya:
“Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang, sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu, sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat, sementara aku menerjangnya.
Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah Kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”
Doa Awal Tahun
Setelah masuk waktu Magrib dan resmi memasuki tanggal 1 Muharram, umat disunnahkan membaca doa awal tahun sebanyak tiga kali sebagai permohonan perlindungan dan petunjuk di tahun yang baru:
Teks Arab:
للّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Tulisan Latin:
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya:
“Tuhanku, Kau Yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan.
![]()
Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan iblis dan para walinya di tahun ini.
Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat.
Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”
Menyambut pergantian ini, umat diajak untuk memperbanyak amal saleh, dzikir, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Penutupan tahun 1447 H diharapkan menjadi momen bersihkan diri, sedangkan awal tahun 1448 H menjadi awal yang lebih baik, penuh keberkahan, dan diringi amal yang terus meningkat.
Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan dan dosa di tahun yang lalu, serta melimpahkan rahmat, kemudahan, dan keberkahan sepanjang Tahun Baru Islam 1448 H bagi seluruh umat.***
dikutif dari berbagai sumber


















