SUARA BANUA NEWS. Com- MARABAHAN– BADAN Narkotika  Nasional atau BNN  Kabupaten Barito Kuala merilis kalangan pelajar rmendominasi penyalahgunaan narkotika.  Hal tersebut berdasarkan  jumlah pasien rehabilitasi yang mayoritasnya dari  kalangan pelajar.
Fakta tersebut terungkap dalam keterangan pers, yang disampaikan Plt Kepala BNN Batola, Kompol Muhammad Yusuf SH MH, kepada sejumlah wartawan di kantornya, Jumat (23/11).
“Memang penyalahgunaan obat terlarang, terutama yang ijin edarnya telah dicabut pemerintah, seperti carnophen, paling dominan menyasar kalangan pelajar,” kata Yusuf.
Menurujuk data 2017, lanjut Kompol M Yusuf, jumlah pasien yang mengikuti program rehab di BNN setempat, berjumlah 142 orang. 105 orang di antaranya adalah pelajar setingakat SMP dan SMA.
Sementara narkoba yang dipakai, kebanyakan carnophen sebanyak 118 kasus, diikuti dextro dan alkohol 7 kasus, lem fox 3 kasus, inex dan sabu 2 kasus, serta ganja, kecubung, BZO yang masing-masing 1 kasus.
Sedang data sampai September 2018, lagi-lagi pengguna narkoba didominasi kaum terdidik. Dari 55 orang klien rehab, 44 orang di antaranya adalah pelajar. Narkoba yang dipakai kali ini didominasi pil dextro sebanyak 29 kasus, lem fox 10 kasus, sabu dan carnophen 6 kasus, dan inex 4 kasus.
Menurut Yusuf, salah satu kendala dalam memaksimalkan program rehab adalah stigma yang terbentuk di masyarakat, pemakai narkoba itu adalah aib.
“Makanya, ada orangtua atau yang bersangkutan (pengguna) tidak mau kebiasaannya memakai narkoba diketahui orang. Sehingga, meski ada keinginan rehab, mereka malu mengungkapkannya,” sebut Yusuf.
Faktor lainnya, lanjutnya, adalah adanya asumsi pengguna narkoba selalu ditangkap. Padahal yang datang secara sukarela untuk direhab, dipastikan akan dirawat.
“Kalau masih memungkinkan pasien narkoba dirawat jalan, kita akan rawat jalan. Namun kalau harus dirawat inap ke tempat rehabilitasi yang ada kerjasamanya dengan BNN, salahsatunya di RS Sambang Lihum,” jelas Yusuf.
Saat ini, kata Yusuf, pihaknya aktif melakukan jemput bola dengan datang ke sekolah-sekolah, untuk kemungkinan ada pasien yang menginginkan direhabilitasi*(IB)