SUARA BANUA NEWS- BANJARBARU– TIGA PROVINSI di Kalimantan disebut bakal menjadi pilihan alternatif sebagai ibukota negara Indonnesia yang baru. Hal tersebut “terungkap” dalam Dialog Pemindahan Ibu Kota seri Banjarmasin di Novotel Banjarbaru, Senin (15/7/2019) pagi.
MENURUT DEPUTI Bidang Pengembangan Regional, Kementerian/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rudy Prawiradinata, persiapan pemindahan ibukota negara itu sudah berlangsung sejak 2017.
” Opsi dari hasil kajian PPN Bapenas itu antara lain memindahkan perkantoran dari bukota kesekitar jakarta dan pemindahan ibukota keluar Jawa,” jelas Rudy Prawiradinata.
Lantas mengapa pindah ucap Rudy lagi? Karena penduduk pulau Jawa sudah padat dan lahan yang tersedia sangat sempit.
Setiap satu Kilometer luas wilayah itu dihuni sekitar 15 ribu jiwa. Urbanisasi penduduk ke Jabodetabekpunjur sangat tinggi mencapai 50 persen.
Saat ini pulau Jawa terjadi krisis ketersediaan air. Konversi lahan terbesar juga terjadi di pulau Jawa, termasuk rawan banjir tahunan, permukaan tanah turun 7,5 cm pertahunnya dan permukaan air laut juga naik 4 hingga 6 cm serta penurunan tanah 40-60 cm.
” Untuk itulah presiden memutuskan pemindahan ibukota negara keluar pulau Jawa. Dan menurut kajian kriteria itu ada di Kalimantan?, ” papar Rudy.
Sedangkan dampak dari pemindahan Ibukota tersebut terciptanya perdagangan di dalam provinsi ibukota baru dan perdagangan antar provinsi.
Lebih dari 50 persen wilayah akan merasakan pergerakan arus perdagangan itu.
Namun ditambahkannya, yang pindah itu hanya kantor pemerintahnya saja. Pusat perdagangan tetap di ada Jakarta.
Dan yang utama tujuan dari pemindahan ibukota tersebut terjadinya pemerataan pertumbuhan ekonomi disetiap wilayah. Dan itu terjadi di Brazil saat ibukota Brazil, dimana pertumbuhan ekonominya 14,5′ persen dalam kurun waktu 14 tahun berlalu
” Dialog seperti ini juga akan kita gelar di Palangkaraya dan Samarinda, ” tegas Rudy.
![]()
Sementara itu Gubernur Kalsel H.Sahbirin Noor, mengatakan secara umum Kalimantan Selatan siap menjadi ibukota baru Indonesia. Termasuk dalam penyediaan lahan seluas 3000 ha untuk lokasi perkantoran pemerintah.
” Kita punya 5 bandara 1 diantaranya bandara internasional yang tahun depan siap digunakan,” kata gubernur.
Ia juga menyebutkan potensi alur laut untuk pelabuhan internasional juga tersedia, jika nantinya provinsi Kalimantan Selatan dipilih sebagai ibukota baru negara?
” Secara khusus Kalsel tidak memiliki gunung berapi serta ancaman bencana alam besar lainnya. Apalagi menurut penelitian bebatuan di Kalimantan sudah terbentuk sejak 2000 tahun yang lalu. Dan kalau peta nusantara itu dilipat persegi empat. Maka provinsi Kalimantan Selatan berada di tengahnya,” imbuhnya gubernur.*** (bs/ms).


















