sbn-AMUNTAI, Tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan, HM Noor Husni (61), warga Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, resmi dikeluarkan dari rumah tahanan pada Senin, 26 Januari 2020. Langkah ini diambil karena masa tahanannya telah habis dan tidak dapat diperpanjang lagi.
KUASA hukum tersangka, Robert Hendra Sulu, SH, MH, menjelaskan bahwa pengeluaran tersebut sesuai dengan Surat Perintah Pengeluaran Tahanan Nomor Sp. Han. 30.9-2/1/Res.26/I/2020/Dit Krimsus yang diterbitkan Dirkrimsus Polda Kalsel.
“Tanggal 26 Januari 2020 ini, klien kami HM Noor Husni demi hukum sebagaimana diatur Pasal 29 KUHAP harus dikeluarkan dari rumah tahanan, karena masa penahanannya telah berakhir dan tidak dapat diperpanjang,”jelas Robert usai mengeluarkan kliennya.
Kronologis perkara bermula pada September 2017, ketika Hariyadi melaporkan HM Noor Husni ke Polres Amuntai atas dugaan penggelapan.
Sebelumnya, kedua belah pihak sempat membuat perjanjian damai pada 2 Oktober 2017.
Namun pada Maret 2018, pelapor melaporkan kembali ke Dirkrimum Polda, yang kemudian menyatakan laporan tidak dapat ditingkatkan ke penyelidikan.
Pada September 2019, Dirkrimsus mengambil alih penanganan dan menetapkan HM Noor Husni sebagai tersangka.
Namun berkas perkara berulang kali dikembalikan Kejaksaan, sehingga masa penahanan pun akhirnya habis dan tersangka harus dibebaskan demi hukum.***
qory sbn


















