suara banua news- BANJAR, Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar akan turun ke lokasi untuk melihat langsung areal perkebunan karet di Desa Tujuh Kecamatan Cintapuri Darussalam yang diduga terdampak akibat melubernya genangan air bercampur limbah batubara.

DEMIKIAN yang disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar Dondit Bekti A, diruang kerjanya, Senin (4/1/2021).


Menurutnya, di Kecamatan Cintapuri banyak terdapat tanaman karet rakyat, termasuk di Desa Tujuh.

” Tidak kurang ada sekitar 800 hektar lahan perkebunan karet rakyat di kawasan itu. Rata rata kebun karet tersebut sudah produksi,” jelasnya.

Oleh karena itu tambahnya, pihaknya akan sesegera mungkin turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi tanaman karet rakyat yang ada di lokasi tersebut.

Seperti dikhabarkan, melubernya genangan air bercampur limbah batubara akibat tertutupnya aliran anak sungai yang selama ini mengatur sirkulasi air secara alami.

” Kita berharap, jika benar penyebab melubernya genangan air bercambur limbah batubara ke areal pertanian rakyat itu akibat tertutupnya aliran anak sungai, maka pihak pihak yang terkait untuk segera memperbaiki sistem drainasinya.
Hal ini penting, agar dampaknya tidak semakin meluas,” ujar Dondit.***
rahmadi sbn