sbn-MARABAHAN, Potensi pertanian baru mulai bersinar di Kabupaten Barito Kuala (Batola). Tanaman porang kini menunjukkan prospek yang sangat cerah sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi, mudah dibudidayakan, dan memiliki siklus panen yang relatif singkat, hanya sekitar enam bulan. Hal ini disampaikan pada Rabu (16/6/2026).
SUGIANOR, Koordinator Sosialisasi Porang Banua Kabupaten Batola sekaligus petani pengembang, menjelaskan bahwa setiap tanaman porang mampu menghasilkan umbi dengan berat rata-rata 2,5 hingga 3 kilogram dalam waktu tanam enam bulan saja.
“Porang ini sangat menjanjikan. Dalam enam bulan sudah bisa dipanen dengan berat umbi rata-rata 2,5 sampai 3 kilogram per batang,” jelasnya.
Keunggulan tersebut sudah terbukti lewat hasil panen yang diraih pada Mei 2026 lalu.
Secara keseluruhan, produksi yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar 7 ton.
Dari jumlah itu, lahan milik Sugianor sendiri di Desa Danau Karya, Kecamatan Anjir Pasar menyumbang sekitar 2,4 ton.
Kegemaran menanam porang sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2021 di Kabupaten Banjar.
Melihat hasil yang sangat baik, pada tahun 2025 pengembangannya diperluas ke wilayah Batola, tepatnya di Desa Waringin Kencana dan Surya Kanta (Kecamatan Wanaraya), serta Desa Danau Karya (Kecamatan Anjir Pasar).
Seiring bertambahnya minat masyarakat, luas lahan pembibitan kini sudah mencapai sekitar 4 hektare.
Secara teknis, dalam satu hektare dapat ditanam hingga 50 ribu batang dengan jarak tanam 40 sentimeter.
Untuk kebutuhan itu, dibutuhkan sekitar 250 kilogram bibir atau katak porang, setara dengan 50 ribu butir biji.
Saat ini, harga bibit berada di angka Rp160 ribu per kilogram yang rata-rata berisi 200 butir.
Dari sisi keuntungan, harga jual umbi di tingkat petani mencapai Rp11.700 per kilogram.
Pasar pun mulai terbuka luas, di mana pembeli bahkan sudah datang dari wilayah Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.
Ke depannya, target produksi ditingkatkan secara signifikan. Jika saat ini hasil panen baru mencapai 7 ton, pada musim panen Mei 2027 mendatang diharapkan angka tersebut bisa melonjak hingga 100 ton.
![]()
“Tahun ini produksi masih sekitar 7 ton. Namun dengan bertambahnya luas tanam dan semakin banyak petani yang tertarik, kami optimis target 100 ton pada musim panen tahun depan bisa tercapai,” tambahnya.
Harapan besar pun ditujukan agar porang kelak menjadi salah satu komoditas unggulan baru sektor pertanian di Batola.
Selain bernilai ekonomi tinggi, tanaman ini juga sangat cocok tumbuh di berbagai jenis kondisi tanah yang ada di wilayah tersebut.
Dengan peluang keuntungan dan pasar yang terus melebar, porang kini makin diperhitungkan sebagai alternatif usaha pertanian yang menguntungkan bagi warga Kabupaten Barito Kuala.***
ahim sbn

















