suara banua news- BATOLA, Empat dari 14 desa di Kecamatan Mandastana Kabupaten Batola, masih terisolir akibat dikepung banjir, diantaranya Desa Tatah Alayung, Desa Antasan Segera, Desa Pantai Hambawang dan Desa Tanipah.

UNTUK penyaluran bantuan ke wilayah ini, petugas relawan hanya bisa menggunakan kelotok atau perahu motor dengan melewati persawahan warga yang terendam banjir.


Tidak hanya itu tanaman jeruk pun nampak terlihat sebagian sudah mati, akibat terendam banjir.

Kepala Desa Antasan Segera, Khairul Rahman mengatakan, desa masih terisolir dikarenakan masih dikepung banjir, sementara akses darat yang biasanya dilewati kendaraan bermotor dan mobil tidak bisa dilewati lagi lantaran masih terendam banjir.

“Untuk keluar masuk desa warga terpaksa menggunakan perahu kelotok, dan jika tidak memiliki perahu kelotok terpaksa menunggu ada tumpangan untuk keluar atau masuk desa,” katanya

Sementara itu wakil bupati kabupaten Batola Rahmadian Noor, usai melakukan kunjungan dan memberikan bantuan pada sejumlah desa di wilayah Kecamatan Mandastana.

” Kita sangat prihatin dengan kondisi warga terdampak banjir, disamping itu juga persawahan warga yang ditanam padi unggul hampir panen juga tenggelam,” katanya

Untuk itu pihaknya akan segera melakukan pendataan pada tanaman padi unggul yang terendam, dan juga tanaman jeruk serta tanaman lainnya.

Pihaknya akan mengusulkan bantuan pada pemerintahan pusat melalui pemerintah provinsi, untuk memberikan bantuan berupa benih dan juga pupuk, agar bisa bercocok tanam kembali dan perekonomian warga bisa membaik,” harap Rahmadian Noor.***
iberahim sbn