suara banua news – MARTAPURA, Dinas Perikanan Kabupaten Banjar mengaku siap membantu pengadaan benih ikan air tawar bagi para petani ikan jala apung yang menjadi korban Banjir di Kabupaten Banjar beberapa waktu lalu.

KEPALA Dinas Perikanan Kabupaten Banjar M Riza Daully mengungkapkan, sementara ini pihaknya masih akan melakukan pendataan dan validasi di lapangan terhadap pembudidaya ikan yg terdampak banjir.


Berdasarkan data sekunder jumlah total kerugian diperkirakan mencapai puluhan milliar rupiah.

” Skema pemulihan yang kami canangkan adalah pemulihan secara struktural dan non struktural”

“Secara struktural difasilitasi dengan bantuan benih, pakan, dan atau media budidaya, ” terangnya.

Selain pemulihan secara struktur, pihaknya juga telah menyiapkan skema pemulihan secara non struktural dengan cara memfasilitasi pembiayaan permodalan yang tidak terlalu membebankan bagi pembudidaya ikan.

” Kami sadar musibah banjir kali ini sangat merugikan para petani budidaya, maka dari itulah kami sedang menyusun skenario yang paling dirindukan semua pihak baik itu pembudidaya maupun pemerintah daerah, ” imbuhnya.

Riza melanjutkan, ditengah kondisi keuangan daerah yang sedang krisis, maka instansinya selaku perwakilan pemerintah daerah belum bisa membantu secara fisik maupun finansial, tapi paling tidak pemerintah membantu dalam hal memfasilitasi pengadaan benih ke pihak pihak yang dirasa bisa meringankan beban para petani budidaya ikan yang terdampak Banjir.

Salah satu pembudidaya di wilayah Karang Intan Anto mengaku sangat terpukul dengan musibah yang belum pernah dialaminya tersebut.

Selain terpukul, dirinya juga bingung harus bagaimana memulai usahanya kembali, ditengah kerugian besar yang dialaminya.

” Saya berharap pemerintah bisa memberi sedikit harapan bagi kami untuk memulai kembali usaha dari nol ” kesahnya.

Anto juga saat ini tidak berani melakukan pinjaman modal ke pihak perbankan ataupun yang lain, karena masih ada kerugian serta sisa hutang yang masih harus ditanggungnya kepada pihak penyedia pakan ikan.

” Saat ini saya hanya bisa berpikir bagaimana caranya bertahan hidup bersama keluarga, tidak ada kepikiran untuk melakukan pinjaman,” tandasnya.***
budi setiawan sbn