suara banua news – PELAIHARI, Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kelompok Umur dan Eksebisi Kompetisi Olahraga Pelajar Daerah 2021 yang diselenggarakan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalimantan Selatan (Kalsel) di Wall Sport Climbing FPTI, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut resmi dibuka, Rabu (27/10/2021).

KOMPETISI kelompok umur yang dibuka oleh Rosehan NB selaku Ketua Umum FPTI Kalsel ini, akan berlangsung selama kurang lebih 5 hari, yakni sejak tanggal 27 hingga 31 Oktober 2021 mendatang.

Adapun kategori dalam Kejurprov kelompok umur 2021 yang akan di pertandingan yakni Lead Speed Klasik Youth D (Kelahiran 2011-2010), Lead Speed Klasik Youth C (Kelahiran 2009-2008), Lead Boulder Speed WR Youth B (Kelahiran 2007-2006), Lead Boulder Speed WR Youth A (Kelahiran 2005-2004) dan Junior Lead Boulder Speed WR (Kelahiran 2003-2002).


Selain sebagai ajang seleksi tim panjat tebing Kelompok Umur Kalsel untuk mengikuti ajang di Aceh, kompetisi ini juga digelar sebagai upaya mempersiapkan peralihan atlet dari junior ke senior dalam rangka persiapan jangka panjang PON 2024 nanti.

Ketua FPTI Kalsel, Rosehan NB seusai membuka kompetisi tersebut pertama-tama mengatakan, pihaknya sangat bersyukur meski di tengah pandemi masih bisa diberi kesempatan untuk mengadakan Kejurprov kelompok umur dengan menekankan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya ucapkan terimakasih kepada bupati Tanah Laut Sukamta yang memberi sport sangat luar biasa, sehingga Kejurprov ini bisa di selenggarakan di Pelaihari,” ujarnya.

Sebelumnya, rencana penyelenggaraan Kejurprov Panjat Tebing Kelompok umur ini akan dihelat di Kota Banjarmasin, sebagai tuan rumah.

Namun, kata Rosehan karena status pergolakan Covid-19 yang tidak stabil di Banjarmasin dan pihaknya tidak mau disalahkan, maka kompetisi ini disambut baik di Kabupaten Tanah Laut.

Selain itu, ia juga mengapresiasi kepada sejumlah kontingen yang berpartisipasi memeriahkan dan mensukseskan Kejurprov kelompok umur guna melahirkan bibit – bibit berkualitas dalam memajukan olahraga panjat tebing di Kalsel.

Dari 13 kabupaten/Kota yang mengirimkan atletnya ke Kejurprov kelompok umur kali ini, kata Rosehan hanya 1 Kabupaten yang tidak mengirimkan perwakilannya.

“Dari malam tadi sampai saat ini saya belum ada dapat kejelasan kenapa Balangan tidak mengirim atletnya,” tutur Rosehan.

Meskipun begitu, ia mengaku bangga dengan 118 atlet dari 13 kontingen yang berhadir kali ini berkompetisi mengasah kemampuan, sebagai cikal bakal untuk pembinaan atlet di Kalsel.

“InsyaAllah nanti atlet yang lolos akan diutus sebagai perwakilan Kalsel di Aceh, kompetisi ini juga sebagai pemanasan menjelang Kejurprov di Hulu Sungai Selatan (HSS) Kandangan nanti,” imbuhnya.***
suara banua news