suara banua news- BANJARMASIN, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Birhasani, menjelaskan Kalsel bakal kekurangan pasokan gula karena produksi di sejumlah pabrik gula di Pulau Jawa, Sulawesi dan Sumatera mengurangi produksinya karena menipisnya bahan baku yang tersedia.
AKIBATNYA, dalam beberapa hari ke depan, diprediksi harga gula pasir di Kalimantan Selatan akan mengalami kenaikan.
![]()
” Untuk saat ini, harga gula di pasar tradisional di Kota Banjarmasin sudah berada di angka Rp14.500 – Rp15.000/kg nya,” jelas Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel Birhasani, Senin (17/1/2022).
Dia juga menyampaikan kemungkinan lonjakan harga gula pasir akan terus terjadi, mengingat beberapa pabrik gula di pulau Jawa, Sulawesi dan Sumatera akan mengurangi produksinya. Bahkan ada pabrik yang tidak berproduksi lagi.
“Oktober 2021 musim tebu sudah selesai. Jadi kemungkinan 6 bulan lagi baru ada musim giling. Saat ini pemerintah melakukan impor bahan baku raw sugar dari Cina, Australia dan India,” jelasnya lagi
Birhasani menyebutkan, kemungkinan akan ada krisis gula pasir di seluruh Indonesia termasuk
di Kalsel.
![]()
Karena itulah, Kementerian Perdagangan telah memerintahkan seluruh produsen gula di seluruh Indonesia untuk mendistribusikan gula ke pasar agar tidak terjadi kekosongan.
Birhasani mengungkapkan, pada tanggal 11 Januari 2022, Disdag Kalsel menggelar rapat dengan Bulog, Bank Indonesia, distributor dan kepolisian, membahas masalah kemungkinan kelangkaan gula pasir di Kalsel.
“Distributor diminta menjaga stok dan mendistribusikan secara merata ke seluruh Kalsel. Jangan terkesan monopoli, semua pelanggan diberi jatah dan yang paling penting distributor jangan menaikkan harga,” lanjutnya.
Sampai hari Senin 10 Januari 2022, stok gula di 9 distributor besar di Kalsel hanya tersisa 1.600 ton ditambah stok di gudang Bulog Kalsel sebanyak 90 ton.
“Dengan stok segitu kita tidak tinggal diam. Kami berupaya mencari pasokan. Kami hubungi beberapa produsen gula untuk menyalurkan gula ke Kalsel. Kebutuhan gula pasir di Kalsel rata – rata dalam satu bulan memcapai 5.500 ton,” ungkapnya.***
annisa wulandari sbn


















