suara banua news – BALANDEAN, Ratusan petani di Desa Balandean Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala, mengeluhkan serangan hama tungro dalam beberapa bulan terakhir ini. Akibat serangan hama tungro tersebut, produksi hasil pertanian menurun, bahkan ada yang gagal Penen.
MENANGGAPI keluhan petani ini, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura (TPTH) Kabupaten Batola, melakukan bimbingan terhadap para petani, tentang pengalihan penggunaan pupuk kimia ke pupuk organik. Termasuk bimbingan dalam penggunaan insektisida yang standar.
” Selain pengalihan pengguna pupuk kimia ke organik dan penggunaan pestisida yang standar, kita juga memberikan bimbingan tata cara membasmi hama tungro dengan mengendalikan hama pembawanya yaitu wereng, mengatur genangan air dan dampak perubahan iklim serat penyemprotan insektisida,” jelas petugas dari TPTH Kabupaten Batola Gazali, Kamis 24 November 2022.
Salah satu perwakilan petani Jumadin mengaku senang adanya kegiatan bimbingan yang dilakukan TPTH dalam kaitannya serangan hama tungro.
” Akibat serangan hama tungro, tahun ini kami mengalami gagal panen,” kata Jumadin.
Seperti di ketahui hama tungro sudah menyerang areal pertanian milik petani di Kecamatan Alalak, termasuk Desa Balandean sejak setahun yang lalu.
Hama tungro menyebarkan dua jenis virus yang berbeda yaitu virus bentuk batangRice Tungro Bacilliform Virus (RTBV) dan virus bentuk bulat Rice Tungro Spherical Virus (RTSV).
Kedua jenis virus tersebut tidak memiliki kekerabatan serologi dan dapat menginfeksi tanaman secara bersama-sama.
Virus tungro hanya ditularkan oleh wereng hijau tidak terjadi multiplikasi dalam tubuh wereng dan tidak terbawa pada keturunananya.
Sejumlah wereng hijau dapat menularkan virus tungro,wereng hijau yang paling efisien sehingga perlu diwaspadai keberadaannya.
Penularan virus tungro dapat terjadi apabila vektor memperoleh virus setelah mengisap tanaman yang terinfeksi virus kemudian berpindah dan mengisap tanaman sehat tanpa melalui periode laten dalam tubuh vektor.
Gejala serangan Penyakit Tungro yaitu daun berwarna kuning oranye (berbintik-bintik karat berwarna hitam) yang dimulai dari ujung daun selanjutnya berkembang ke bagian bawah.
Saat ini,serangan tungro juga berdampak terhadap bibit padi termasuk tanaman padi menjadi kerdil. Tinggi tanaman padi juga tidak merata.***
nurul – iberahim sbn


















