suara banua news- ANJIR, Usai tragedi berdarah yang menewaskan Arbain warga Anjir Muara Batola, kesedihan dan duka mendalam masih menyelimuti hati isteri dan anak serta keluarga almarhum.

SEBAGAI bentuk kepedulian kepada keluarga korban, Kapolres Batola AKBP Diaz Sasongko bersama isteri Dyah Diaz Sasongko serta Wakil Kapolres Batola Kompol Letjon Simanjorang, mengunjungi keluarga korban di tempat tinggalnya di Desa Anjir Serapat Lama Kecamatan Anjir Muara Batola, Sabtu 3 Juni 2023.


Selaku Ketua Bhayangkari Cabang Polres Batola, Dyah Diaz Sasongko kemudian menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Arbain yang dianiaya oleh JM seorang residivis warga Tabunganen hingga meninggal dunia dengan 26 mata luka bekas tusukan dan sabetan senjata tajam milik pelaku, pada Senin Mei 2023.

Santunan berupa uang tunai, bahan pokok dan peralatan rumah tangga itu, diterima langsung oleh istri dan anak almarhum Arbain.

“Kedatangan kami merupakan bentuk kepedulian kepada sesama, sekaligus berusaha memotivasi keluarga korban agar tetap semangat menjalani kehidupan,” kata Ketua Bhayangkari Cabang Polres Batola, Dyah Diaz Sasongko.

“Setidaknya, upaya kami tersebut bisa sedikit memberi manfaat kepada mereka yang mengalami kesusahan. Kebetulan keluarga korban juga bukan keluarga berpenghasilan tetap,” jelasnya lagi.

Asniah, saudara kandung almarhum Arbain, mewakili keluarga, mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Batola dan Ketua Bhayangkari Cabang Polres Batola, atas bantuan yang diberikan kepada keluarga almarhum Arbain.

“Kami bersyukur telah dibantu dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan untuk keluarga adik saya,” kata Asniah.

Asniah juga berharap, aparat penegak hukum, bisa memberikan hukuman seadil-adilnya dan setimpal atas perbuatan pelaku. Kalau bisa si pelaku sampai tiada juga,” sambungnya Asniah.

Selain bantuan materiel, keluarga korban juga mendapatkan pendampingan dari Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD) Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Batola.

“Kami langsung turun tangan, setelah mengetahui kejadian yang menimpa keluarga korban. Dari hasil asesmen sementara, keluarga korban mengalami trauma, takut dan malu,” kata Subiyarnowo, Kepala UPTD PPA Batola.

Selanjutnya DPPKBP3A Batola akan menyiapkan psikolog, psikiater dan rumah sakit. Dan, pendampingan terhadap keluarga korban akan dilakukan hingga kasus selesai di pengadilan, serta sampai psikolog dan psikiater menyimpulkan korban sudah pulih,” terangnya.***
ahim sbn