suara banua news – BATOLA, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Andi Rian Djajadi, menyerahkan secara simbolis 10 buah rumah dalam program bedah rumah di HUT Bhayangkara Ke-77 pada Senin, 19 Juni 2023.

PENYERAHAN secara simbolis ini dipusatkan di satu titik yakni di Handil Saluang Desa Anjir Pasar II Kecamatan Anjir Pasar,
Kabupaten Batola, kepada masing-masing masyarakat yang menerima bantuan bedah rumah dan didukung Yayasan Laziz Assalam Fil Alamin dan PT Azzam.


Titik program bedah rumah ada di Kecamatan Jejangkit, Kecamatan Wanaraya, Mekarsari, Barambai, Anjir Pasar dan Bakumpai.

Rinciannya sebanyak tiga rumah di Kecamatan Anjir Pasar, 2 rumah di Barambai dan sisanya masing-masing satu unit rumah.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djayadi mengungkapkan, bahwa program ini merupakan mendukung pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan eksterim. Dari data, masyarakat yang berada diangka kemiskinan mencapai 1,5 persen.

“Tentu dengan program ini sebagai bagian upaya kita membantu pemerintah dalam mengentaskan masalah kemiskinan ekstrim, dan di Batola ini adalah daerah yang ke 9 peresmian dan penyerahan program bedah rumah ini,” jelas Kapolda.

Dikatakan Irjen Andi, dalam momen HUT Bhayangkara ini pula program utamanya adalah pengerjaan bedah rumah masyarakat yang tak layak huni.

“Disini kita ingin betul-betul bermakna dan dapat dirasakan oleh masyarakat langsung,” sambungnya.

Sementara Kapolres Batola AKBP Diaz Sasongko menambahkan bahwa rangkaian memperingati hari bhayangkara ke 77 diperingati 1 Juli mendatang, polri berusaha untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan supaya bisa semakin menjadi manfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat Batola.

“Kita disini berusaha mengambil berkah dengan program ini, dan syukur alhamdulillah ada respons pula dari Pj Bupati, Pak Mujiyar akan melakukan program yang sama kedepan,” jelasnya.

Pj Bupati Batola Mujiyat mengaku dengan program Kapolda dan Kapolres, telah memacu semangatnya.

Menurutnya forkopimda itu adalah sebuah rasa kebersamaan melakukan segala hal kerja dengan bergotong royong. Program kerja tersebut akan direncanakanya pula di Batola.

“Rencana kita akan programkan ditahun 2024,mungkin dengan melalui anggaran desa. Kita hitung jumlah desanya, dan kebetulan ada ketua DPRD Batola dan saya ngomong yakin karena ada ketua,” ucap Mujiyat.

“Jadi program nanti satu desa satu rumah, artinya satu desa 1 rumah dikali 195 rumah,maka tahun depan akan disiapkan untuk mengendalikan masyarakat yang termasuk dalam kategori kemiskinan eksterim,” katanya.***