suara banua news-MARTAPURA, Usaha kopi gerobakan 8000-an, yang kini sedang sukai konsumen, ternyata membawa rejeki bagi jasa usaha bengkel las.
MEREKA banyak menerima orderan untuk dibuatkan ‘Gerobak Kopi’ yang datang dari berbagai daerah, termasuk di Martapura dan Banjarbaru.
Menurut pengakuan Ahmad Anshari, salah satu jasa usaha bengkel las di kawasan jalan Melati Desa Tunggul Irang Ulu Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar.
” Dalam empat bulan terakhir, dirinya telah menerima pesanan untuk dibuatkan Gerobak Kopi, sebanyak 70 bush,” ungkap Ahmad Anshari, kepada sbn.
Oderan tersebut berasal dari Martapura, Banjarbaru, bahkan ada yang dari Banjarmasin.
Tak hanya itu, sebut Ahmad Anshari, pesanan untuk dibuatkan Gerobak Kopi, juga ada yang datang dari Kotabaru, Samarinda bahkan ada yang dari Pulau Jawa.
” Sebelum menerima pesanan Gerobak Kopi, usaha jasa bengkel saya hanya mengerjakan pembuatan pagar saja”
” Kini setelah ‘boming’ Kopi 8000 an, usaha jasa bengkel las kami ketiban rejekinya juga,” cerita Ahmad Anshari.
Dan, Alhamdulillah, usaha jasa bengkel las jadi ramai, sambungnya.
Untuk desain Gerobak Kopi, biasanya para pemesan yang menyodorkannya. Pihaknya hanya mengerkannya sesuai dengan permintaan.
Untuk pengerjaan satu buah Gerobak Kopi, dirinya butuh waktu lebih kurang sekitar 4 hari.
Soal bahan dari Gerobak Kopi, pihaknya menggunakan aluminium composite panel (ACP) dan besi hollow dan kemudian dipasangi sepeda yang ia beli dari pemulung atau pengepul rongsokan.
“Biasanya ban sepeda, pedal dan rantainya menggunakan barang baru, bukan barang bekas. Kemudian disatukan dengan Gerobak,” jelasnya lagi.
Dari sekian banyak permintaan, ada juga pelanggan yang ingin gerobak kopinya dipasangi sepeda listrik dan motor.
Untuk harga satu buah Gerobak Kopi, Ahmad Anshari menjualnya dengan harga yang bervariasi.
“Gerobak kotak atau standar kita beri harga Rp. 2,5 juta. Gerobak yang bulat Rp. 2,4 juta dan gerobak yang pakai sepeda listrik atau motor harganya Rp. 6 juta,” kata Ahmad Anshari. ***
nr sbn


















