suara banua news- BANJAR, Sedikitnya tercatat 108 hektar lahan dan semak belukar di Kabupaten Banjar terbakar selama musim kemarau berlangsung di tahun 2024 ini. Kebakaran hutan dan lahan ini terjadi sejakn. Juni lalu.

BERDASARKAN data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Banjar mencatat, kebakaran lahan dan hutan seluas 108 hektar lebih itu berada di 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Banjar.


Ke 11 kecamatan itu, masing-masing Kecamatan Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat, Sungai Tabuk, Astambul, Pengaron, Karang Intan, Aranio, Gambut dan Beruntung Baru serta Kecamatan Tatah Makmur.

Plt Kepala Pelakaana BPBD Kabupaten Banjar Agus Siswanto melalui Kepala Seksi Kedaruratan Arifin mengatakan, jumlah tersebut dipastikan akan bertambah seiring cuaca panas yang masih terjadi.

Meski begitu pihaknya berupaya untuk meminimalisir jumlahnya dengan melakukan penanganan maksimal di setiap lahan yang terbakar.

Beda halnya dengan lahan perkebunan milik perusahaan yang terbakar, karena hal itu ranahnya perusahaan bersangkutan.

“Itu perkebunan bukan tanggung jawab kita. Kita tidak punya kewajiban. Tapi, itu tanggung jawab perusahaan sendiri”

“Mereka wajib penanganan sesuai dengan aturan yang ada. Terkait soal berapa luasan lahan itu tidak masuk dalam hitungan Pusdalops PB,” jelasnya. ***