suara banua news – NASIONAL, Madu hutan liar atau madu sialang (Apis dorsata), yang terdapat di hamparan hutan lebat di pesisir Kabupaten Siak Riau memiliki rasa khas dan nutrisi tinggi.

MADU Sialang ini menjadi komoditas unggulan yang menembus pasar domestik dan internasional, termasuk Malaysia dan Singapura.


Madu Sialang, dihasilkan lebah liar dari beragam bunga hutan (multiflora), memiliki cita rasa unik dan khasiat istimewa. Selain ada juga yang di budidayakan masyarakat setempat.

Menurut salah seorang pemasok madu di Siak, Ridwan, dalam satu panen bulanan, produksi Madu Sialang mencapai 3-5 ton, sementara madu ternak mencapai 20 ton.

“Ini bukti kekayaan hasil hutan bukan Kayu (HHBK) Siak,” jelas di Siak.

Sejarah panjang pemanfaatan madu di Siak dibuktikan dengan penemuan fosil lilin lebah di Istana Siak yang berusia ratusan tahun.

Ridwan, yang telah 15 tahun berkecimpung di bisnis madu, memasarkan produknya ke Pekanbaru, Medan, Jakarta, bahkan Malaysia dan Singapura.

“Permintaan luar negeri tinggi, setiap bulan kami kirim 2-3 ton ke Malaysia,” jelasnya.

Ridwan juga aktif memberdayakan UMKM lokal dengan memasok madu ke pedagang eceran di Siak.

“Alhamdulillah, usaha ini menciptakan lapangan kerja, membantu ekonomi petani madu, dan bahkan memungkinkan saya menyekolahkan anak ke luar negeri,” kata Ridwan.

Ke depan, ia berencana mengembangkan produk turunan madu dengan merek khas Siak sebagai oleh-oleh.

“Madu ini seperti butiran emas tersembunyi. Saya ingin madu asli Siak menjadi buah tangan khas wisatawan,” sambungnya.

Tantangan tetap ada, terutama persaingan dengan madu oplosan. Untuk menjaga kualitas, Ridwan hanya membeli dari mitra terpercaya dan memantau langsung proses panen, memastikan madu cukup umur dan kualitas terjaga, serta menjaga kelestarian ekosistem lebah.

Selain madu, Ridwan juga mengekspor lilin lebah ke luar negeri.

Harga Madu Sialang mencapai Rp100.000/kg, madu ternak Rp50.000/kg, dan madu kelulut Rp150.000/kg.

Ridwan melayani pengiriman partai kecil dan besar ke seluruh Indonesia. Wilayah penghasil madu sialang meliputi Kecamatan Sungai Apit, Tualang, Koto Gasib, dan Sungai Mandau.***dilansir dari info publik