suara banua news – NASIONAL, Perjalanan spiritual panjang para biksu Thudong asal Thailand akhirnya mencapai puncaknya.

SEBANYAK 36 biksu tiba di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu 11 April 2025.


Kedatangan mereka disambut hangat oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, bersama sejumlah pejabat terkait.

Setelah menempuh perjalanan ribuan kilometer dengan berjalan kaki selama berbulan-bulan, para biksu ini mengakhiri perjalanan Thudong mereka di salah satu candi Buddha termegah di dunia.

Kedatangan mereka menandai berakhirnya sebuah perjalanan spiritual yang sarat makna, sekaligus menjadi simbol perdamaian dan toleransi antar umat beragama.

Tiba di Jawa Barat, menuju Candi Borobudur untuk Waisak

Sebanyak 36 Bhante atau biksu dari berbagai negara tengah menjalani perjalanan spiritual Thudong Internasional, berjalan kaki dari Bangkok, Thailand menuju Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Perjalanan yang dimulai sejak 6 Februari 2025 ini telah membawa mereka melintasi Malaysia, Singapura, dan Batam sebelum akhirnya tiba di wilayah Pamanukan, Subang, Jawa Barat Indonesia, Rabu 23 April 2025.

Perjalanan panjang lintas negara ini disambut hangat oleh masyarakat Indonesia.

Bhante Beng’an, salah satu peserta asal Malaysia, mengungkapkan rasa harunya atas sambutan dan toleransi yang luar biasa dari masyarakat Indonesia.

“Saya sangat terharu dengan toleransi dan sambutan masyarakat Indonesia. Di setiap tempat kami singgah, selalu ada warga yang memberikan semangat,” jelasnya.

Setelah beristirahat di sebuah vihara di Pamanukan, para Bhante dijadwalkan melanjutkan perjalanan dengan target tiba di Candi Borobudur pada 8 Mei 2025, tepat waktu untuk menyambut Hari Raya Waisak pada 12 Mei 2025.

Perjalanan mereka sebelumnya telah melewati berbagai daerah di Indonesia dan disambut antusias oleh warga setempat yang memberikan dukungan berupa makanan, minuman, dan semangat.

Pada Jumat, 2 Mei 2025, rombongan biksu telah tiba di Tegal, Jawa Tengah disambut oleh umat Buddha.

Sebelum melanjutkan perjalanan, para biksu berdoa di Klenteng Tek Hay Kiong dan beristirahat.

Pada Senin, 5 Mei 2025, mereka melanjutkan perjalanan dari Batang ke Kendal setelah bermalam di Gereja Katolik Santo Antonius Padua.

Perjalanan spiritual ini tidak hanya merupakan wujud devosi para biksu, tetapi juga simbol perdamaian dan toleransi antarumat beragama.

Thudong, sebagai perjalanan ritual yang menuntut ketekunan, kesabaran, pengendalian diri, dan hidup sederhana, merupakan salah satu dari 13 praktik dhutanga dalam ajaran Buddha untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam.

Perjalanan ini direncanakan akan berakhir di Borobudur pada Sabtu (10/5), beberapa hari sebelum puncak perayaan Waisak. ***
Dirilis dari beberapa sumber
foto tinta hijau/kompas.com