suara banua news -NASIONAL, Tragedi meninggalnya Juliana Marins, pendaki asal Brasil di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menyoroti pentingnya persiapan matang dan kewaspadaan saat mendaki gunung.
KEJADIAN ini mengingatkan kita akan risiko yang mengintai, terutama risiko terjatuh yang kerap menjadi penyebab kecelakaan fatal.
Data dari berbagai sumber menunjukkan tingginya angka kecelakaan pendakian gunung di seluruh dunia.
Meskipun hiking relatif aman, jumlah kecelakaan, khususnya yang berujung pada kematian, meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah pendaki.
Studi di Prancis menunjukkan persentase kematian yang lebih tinggi pada pendakian di luar jalur dan aktivitas ekstrem seperti pendakian gunung salju dan BASE jumping dibandingkan dengan pendakian di jalur yang telah ditentukan.
Menariknya, meskipun persentase kematian akibat hiking lebih rendah, namun karena jumlah pesertanya yang sangat besar, hiking justru menjadi penyebab utama kematian terkait olahraga di beberapa negara seperti Swiss.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa risiko terjatuh lebih tinggi saat menuruni gunung. Lebih dari 75 persen kecelakaan jatuh terjadi saat penurunan, dipengaruhi oleh kecepatan, kelelahan, dan faktor fisik lainnya.
Berbeda dengan anggapan umum, kebanyakan kecelakaan (90 persen) terjadi dalam kondisi cuaca baik, di jalur yang telah ditentukan.
Perbedaan gender juga menunjukkan tren yang menarik. Meskipun wanita mengalami lebih banyak kecelakaan non-fatal, pria lebih rentan mengalami kecelakaan fatal, terutama pada pendakian di luar jalur.
Kasus Juliana Marins sendiri menunjukkan betapa sulit dan berisikonya proses evakuasi di medan yang ekstrem.
![]()
Proses evakuasi yang melibatkan tim SAR gabungan menghadapi tantangan medan yang sulit, cuaca yang dinamis, dan kabut tebal.
Penggunaan helikopter pun dipertimbangkan untuk mempercepat proses penyelamatan, mengingat pentingnya golden time 72 jam dalam penyelamatan korban.
Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki untuk selalu mempersiapkan diri dengan matang, memahami risiko yang ada, dan memprioritaskan keselamatan.
Memilih jalur yang aman, memperhatikan kondisi cuaca, dan menjaga kondisi fisik yang prima merupakan langkah-langkah penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan saat mendaki gunung.
Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pecinta alam dan pendaki gunung.***
diolah dari berbagai sumber
Foto: Gunung Rinjani. (Dok. Detikcom/Ahmad Viqi)


















![Penggugat pertanyakan kedudukan PT. Ciomas Adisatwa sebagai pihak tergugat ll [Intervensi]](http://suarabanuanews.com/wp-content/uploads/2023/02/Logopit_1676605495298-100x70.jpg)