sbn-MARTAPURA, Keluhan mengenai lamanya waktu tunggu pelayanan kembali menjadi sorotan di RSUD Ratu Zalecha Martapura.

BANYAK pasien yang mengaku harus menunggu berjam-jam, bahkan ada yang datang sejak subuh, namun pelayanan poli baru dimulai sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WITA.


Direktur RSUD Ratu Zalecha, Arief Rachman, mengakui kendala tersebut.

Menurutnya, ada dua faktor utama yang memicu masalah ini, yaitu minimnya penggunaan pendaftaran online dan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) medis.

“Saat ini penggunaan pendaftaran online baru sekitar 35 hingga 40 persen. Mayoritas masih mendaftar manual di hari H, sehingga jadwal menjadi tidak pasti dan sulit diprediksi,” kata Arief, awal pekan tadi.

Arief menjelaskan, jika pasien mendaftar online H-1, rumah sakit bisa memetakan jumlah pasien dan mengatur jadwal kedatangan secara bertahap agar tidak menumpuk.

Selain itu, keterbatasan tenaga medis juga menjadi alasan keterlambatan. Dokter seringkali harus memprioritaskan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat inap terlebih dahulu sebelum melayani pasien rawat jalan.

“Kalau SDM terbatas, poli sering jadi korban karena prioritas tetap pada kasus yang lebih darurat,” tambahnya.

Untuk mengatasi hal ini, pihak rumah sakit berencana mengoptimalkan pendaftaran melalui WhatsApp dan aplikasi Mobile JKN.

Pihaknya juga akan mempertimbangkan pembatasan jumlah pasien per hari serta berupaya menambah tenaga medis agar pelayanan bisa lebih tertib dan tidak saling tumpang tindih.***