suara banua news MARTAPURA, Kelangkaan dan lonjakan harga gas LPG 3 kilogram kembali menjadi keluhan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar.

HARGA tabung gas melon subsidi ini dilaporkan mencapai Rp50.000 per tabung, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.


Menanggapi hal ini, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Banjar, Rachmad Ferdiansyah, menyatakan telah dilakukan koordinasi lintas instansi.

Pihaknya telah meminta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) untuk melakukan rapat dan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi gas LPG. Sidak tersebut melibatkan agen dan pemilik pangkalan LPG.

Hasil sidak dan langkah antisipasi jangka panjang masih dalam tahap penjajakan.

Rachmad menjelaskan bahwa data lengkap belum diterima dan kuota dari provinsi untuk tahun 2025 belum tersedia.

Penyebab utama kelangkaan masih diinventarisasi dan belum tentu disebabkan oleh keterbatasan kuota.

Pemkab Banjar berharap dapat mengatasi masalah ini melalui sidak dan operasi pasar, namun mengakui keterbatasan kuota dari pusat dapat berdampak signifikan pada ketersediaan gas di lapangan.***
sbn