suara banua news -BANJARBARU, Anggota Komisi XIII DPR RI, HM Rofiqi, menyoroti penerapan dan implementasi ideologi Pancasila di masa lalu yang menurutnya lebih kuat.
HAL ini disampaikannya usai mengikuti Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila di Qinn Hotel, Banjarbaru, Rabu (6/8/2025).
Sosialisasi yang diikuti lebih dari 300 peserta ini bekerja sama antara Komisi XIII DPR RI dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Rofiqi mengungkapkan, pengalamannya semasa sekolah menunjukkan betapa kuatnya pemahaman Pancasila saat itu.
“Sejak saya sekolah dulu, buku harus bersampul Pancasila. Jadi, tiap hari kita dicekoki dengan nilai-nilai luhur yang ada dalamnya,” kenang HM. Rofiqi.
Ironisnya, kuis yang diadakan dalam sosialisasi tersebut menunjukkan masih banyak peserta yang belum hafal Pancasila.
Hal ini mendorong Rofiqi untuk menekankan pentingnya pendidikan Pancasila yang lebih intensif, terutama bagi generasi muda yang rentan terhadap pengaruh negatif media sosial.
“Harusnya masyarakat dan generasi muda itu dimasukkan ideologi Pancasila yang sudah ada (sejak zaman dulu),” tegas mantan Ketua DPRD Kabupaten Banjar ini.
Ia bahkan menyarankan agar pendidikan Pancasila di sekolah, mulai dari tingkat dasar, diwajibkan secara khusus. Menurutnya, pengamalan Pancasila di masa lalu jauh lebih intens.
“Ya tentu dong wajib, ketika menyerap budaya luar kita sudah memiliki ideologi sendiri, sehingga tak mudah terpengaruh. Ingat, ini diciptakan melalui darah dan air mata loh masa iya kita mau menyerap ideologi luar,” tegas Rofiqi.
![]()
Bahwa Pancasila merupakan fondasi negara yang penting diajarkan dan diamalkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Kenapa ini sangat penting, jika kalian hidup di tahun 2000 pasti tahu dan mengalami pengamalan Pancasila hanya lewat sampul buku yang ada dibelakangnya. Artinya, penting dibekali sebagai pondasi kita sehari-hari,” ungkapnya.
Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari BPIP RI, Reja Fahlevi dan July Budi Suharko, serta Anggota DPRD Kabupaten Banjar, Rahmat Saleh.***
sbn


















