sbn-BANJARBARU – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) menggelar Forum Group Discussion (FGD) pertama penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Sungai Tabuk. Acara berlangsung di Hotel Novotel Airport, Banjarbaru.
KEPALA Dinas PUPR Kabupaten Banjar, Anna Rosida Santi, secara resmi membuka acara ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya RDTR yang komprehensif dan berkelanjutan untuk mendukung investasi, pertumbuhan ekonomi, serta menjaga kelestarian lingkungan di Sungai Tabuk.
FGD ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk instansi vertikal, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, perangkat desa, dan asosiasi pengembang.
Tujuan utama FGD adalah menyepakati delineasi wilayah perencanaan dan menjaring isu-isu strategis pembangunan berkelanjutan.
Agustina Nurul Hidayat, salah satu narasumber, mengungkapkan bahwa fokus utama kajian adalah mengatasi masalah banjir dan kemacetan.
“Untuk banjir, kami mempertahankan fungsi lahan rawa, memperkuat aturan konstruksi bangunan, serta menetapkan zonasi ruang terbuka hijau. Untuk kemacetan, akan dibuat jalan alternatif ke arah selatan,” jelasnya.
Pengembangan permukiman akan difokuskan ke wilayah selatan untuk mengurangi tekanan di utara yang merupakan kawasan pertanian. Infrastruktur di utara akan diperbaiki tanpa mengubah fungsi lahan produktif.
“Kami juga mendorong sinkronisasi rencana permukiman umum dengan rencana detail tata ruang, serta mengatur orientasi bangunan menghadap sungai untuk mengurangi pembuangan sampah sembarangan,” tambah Agustina.
FGD ini juga menyoroti pentingnya sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat.
Dengan penyusunan RDTR ini, diharapkan Sungai Tabuk memiliki panduan tata ruang yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat.***
sbn


















