sbn-JAKARTA, Kementerian Kesehatan RI bergerak cepat melakukan perbaikan sistem kegawatdaruratan dan tata kelola layanan kesehatan di seluruh Indonesia, menyusul insiden tragis yang menimpa almarhumah Irene Sokoy di Papua.

LANGKAH ini diambil sebagai respons untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa masalah yang ada tidak terbatas hanya di Papua, melainkan juga terjadi di berbagai daerah lain di Indonesia.

Hal ini diungkapkan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

“Kami menyadari bahwa masalah ini bersifat nasional. Oleh karena itu, kami mengambil langkah komprehensif untuk memperkuat sistem kesehatan kita,” jelas Menkes.

Salah satu fokus utama adalah mengatasi kekurangan dokter spesialis, terutama di bidang obstetri-ginekologi dan anestesi, khususnya di wilayah luar Jawa.

Kemenkes berupaya mempercepat program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit dan mendorong putra-putri daerah untuk mengambil bagian.

“Dengan memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah untuk menjadi dokter spesialis di wilayah mereka sendiri, kita berharap dapat mengurangi masalah kekurangan tenaga medis,” jelas Budi.

Selain itu, Kemenkes juga menyoroti pentingnya peningkatan tata kelola rumah sakit daerah.

Banyak pemerintah daerah yang meminta pendampingan dari Kemenkes untuk memperbaiki manajemen rumah sakit.

Kemenkes juga menekankan pentingnya pengisian data yang akurat dan disiplin dalam sistem rujukan nasional.

“Data yang lengkap dan akurat sangat penting agar pasien dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat,” tegas Menkes.

Kemenkes juga akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan daerah untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap rumah sakit.

Sanksi tegas akan diberikan kepada rumah sakit yang tidak melayani pasien dalam kondisi gawat darurat.

Kemenkes berkomitmen untuk terus memantau pelaksanaan perbaikan ini dan akan kembali ke Papua dalam tiga bulan mendatang untuk mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai.

“Kami berharap perbaikan ini dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia dan mencegah tragedi serupa terjadi lagi,” kata Menkes.***