sbn-BATOLA, Ahmad Bani telah secara resmi dipilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Barito Kuala (Batola) untuk masa jabatan 2025–2030.

PENETAPAN kepemimpin baru ini diumumkan dalam acara Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP se-Kalimantan Selatan yang digelar Sabtu, 15 November 2025.


Proses pemilihan dimulai dari usulan 17 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Batola yang mengusulkan lima calon kader, antara lain Basrin, Ahmad Bani, Basuki, Hanafi, dan Rosyadi.

Lima nama tersebut kemudian melalui tahap kaderisasi yang ketat sebelum akhirnya Ahmad Bani terpilih menggantikan Fahrin Nizar sebagai ketua baru.

Keputusan ini mendapatkan sambutan positif dari kader di tingkat bawah.

Sebagai anggota Komisi III DPRD Batola, Bani menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh, mulai dari DPC, PAC, hingga tingkat ranting.

Menurutnya, penguatan struktur adalah syarat dasar untuk meraih keberhasilan dalam kontestasi politik mendatang.

“Kita sedang melakukan konsolidasi partai di semua tingkatan, serta mempersiapkan calon legislatif agar terpenuhi di setiap dapil,” jelasnya.

Konsolidasi bukan hanya tugas rutin, melainkan langkah strategis agar mesin partai lebih solid, responsif, dan efektif dalam menangkap aspirasi masyarakat, sambungnya.

Pada Pemilu 2024 lalu, PDIP Batola berhasil menempatkan tiga kadernya di DPRD Batola dari 35 kursi yang ada, yaitu Basrin (Dapil 1, 2.354 suara), Ahmad Bani (Dapil 3, 1.275 suara), dan Amalia Shaleha Putri (Dapil 5, 1.497 suara), dengan total suara keseluruhan 13.248.

Meskipun hanya mendapatkan tiga kursi, Bani menilai basis suara partai tetap terjaga.

Target awal kepengurusan baru adalah mempertahankan kursi yang telah diraih, sambil berusaha maksimal agar semua dapil dapat diisi oleh kader potensial.

Bani juga mengingatkan sejarah gemilang PDIP Batola pada Pemilu 1999, ketika partai itu meraih lima kursi dan menduduki posisi Ketua DPRD melalui H. Husaini Ruslan, memutus dominasi Golkar yang berlangsung sejak 1982.

Meskipun kursi pimpinan DPRD kembali ke tangan Golkar sejak 2004, Bani yakin partai bisa kembali meraih puncak kekuatan.

Terkait Pilkada mendatang, DPC PDIP Batola belum memberikan sikap resmi.

Bani menyatakan bahwa partai saat ini lebih memprioritaskan penyusunan strategi dan penguatan struktur untuk menghadapi pemilihan legislatif, dan akan menunggu instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Dengan terpilihnya Ahmad Bani, PDIP Batola memasuki babak baru kepemimpinan.

Konsolidasi internal, pemetaan dapil, penguatan ranting, dan persiapan kaderisasi menjadi tugas besar yang harus diselesaikan.

Bani berharap seluruh struktur partai dapat bekerja bersama untuk mengulang kejayaan masa lalu dua dekade silam.***
ahim sbn