sbn- MARTAPURA, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Banjar menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kajian Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur (IKLI) Tahun 2026.

KEGIATAN yang berlangsung di Aula BAPPERIDA Lantai 3, Martapura pada Kamis (2/7/2026) ini dihadiri Tim Peneliti Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, para camat se-Kabupaten Banjar, serta perwakilan perangkat daerah terkait.


Kajian ini diselenggarakan untuk menyamakan persepsi sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan infrastruktur yang telah diberikan pemerintah.

Tujuannya adalah memperoleh data nyata mengenai tingkat kepuasan masyarakat, mengidentifikasi kelemahan yang masih ada, hingga menyusun rekomendasi kebijakan pembangunan ke depannya.

Perlu diketahui, pada tahun sebelumnya nilai Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur Kabupaten Banjar masih berada di kategori C, sehingga sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk meningkatkan capaian tersebut.

Nantinya survei akan dilaksanakan di 20 kecamatan dengan melibatkan 354 responden yang dipilih secara acak berstrata.

Penilaian akan difokuskan pada aspek ketersediaan dan kualitas fisik infrastruktur, kesesuaian pemanfaatan oleh masyarakat, serta dampak ekonomi yang dirasakan langsung.

Pada kesempatan ini, BAPPERIDA juga membagikan kuesioner kepada seluruh kecamatan, masing-masing mendapatkan 5 berkas (3 untuk aparatur dan 2 untuk masyarakat umum).

Pengisian dapat dilakukan secara manual maupun melalui pemindaian kode QR yang telah disiapkan.

Menyikapi hal ini, M. Mulyadi B menyatakan pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan kajian tersebut.

“Kecamatan Aluh-Aluh siap berpartisipasi aktif dan memastikan pengisian kuesioner dilakukan secara objektif sesuai kondisi lapangan”

“Kami berharap hasil kajian ini menjadi dasar kebijakan infrastruktur yang lebih merata dan bermanfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Partisipasi aktif seluruh kecamatan diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat, sehingga menjadi acuan tepat untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan infrastruktur Kabupaten Banjar di masa mendatang.***

BAPPERIDA Banjar gelar rakor kajian IKLI 2026, Kejar peningkatan kualitas layanan Infrastruktur

Jbn- MARTAPURA, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Banjar menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kajian Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur (IKLI) Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula BAPPERIDA Lantai 3, Martapura pada Kamis (2/7/2026) ini dihadiri Tim Peneliti Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, para camat se-Kabupaten Banjar, serta perwakilan perangkat daerah terkait.

Kajian ini diselenggarakan untuk menyamakan persepsi sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan infrastruktur yang telah diberikan pemerintah.

Tujuannya adalah memperoleh data nyata mengenai tingkat kepuasan masyarakat, mengidentifikasi kelemahan yang masih ada, hingga menyusun rekomendasi kebijakan pembangunan ke depannya.

Perlu diketahui, pada tahun sebelumnya nilai Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur Kabupaten Banjar masih berada di kategori C, sehingga sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk meningkatkan capaian tersebut.

Nantinya survei akan dilaksanakan di 20 kecamatan dengan melibatkan 354 responden yang dipilih secara acak berstrata.

Penilaian akan difokuskan pada aspek ketersediaan dan kualitas fisik infrastruktur, kesesuaian pemanfaatan oleh masyarakat, serta dampak ekonomi yang dirasakan langsung.

Pada kesempatan ini, BAPPERIDA juga membagikan kuesioner kepada seluruh kecamatan, masing-masing mendapatkan 5 berkas (3 untuk aparatur dan 2 untuk masyarakat umum).

Pengisian dapat dilakukan secara manual maupun melalui pemindaian kode QR yang telah disiapkan.

Menyikapi hal ini, M. Mulyadi B menyatakan pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan kajian tersebut.

“Kecamatan Aluh-Aluh siap berpartisipasi aktif dan memastikan pengisian kuesioner dilakukan secara objektif sesuai kondisi lapangan”

“Kami berharap hasil kajian ini menjadi dasar kebijakan infrastruktur yang lebih merata dan bermanfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Partisipasi aktif seluruh kecamatan diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat, sehingga menjadi acuan tepat untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan infrastruktur Kabupaten Banjar di masa mendatang.**