sbn-BANJARBARU, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Lingkungan Hidup (KKN Tematik-LH) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang tergabung dalam Kelompok 1 “Langit Biru” berhasil memproduksi 20 unit ember tumpuk sebagai solusi sederhana untuk mendorong pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga.

KEGIATAN pembuatan alat pengolah sampah ini dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di RT 16, Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru.


Seluruh proses pembuatan dilakukan secara gotong royong, mulai dari persiapan bahan dan peralatan, perakitan komponen, penyesuaian fungsi, hingga pengecekan akhir.

Ember tumpuk dirancang khusus sebagai alat murah dan mudah dibuat, berfungsi menampung serta mengolah sampah organik rumah tangga secara bertahap, sehingga tidak seluruh sisa makanan dan bahan organik berakhir di tempat pembuangan akhir.

Ketua KKN Tematik-LH Kelompok 1 Langit Biru, Muhammad Fadhil Seman, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata penerapan solusi pengelolaan lingkungan yang aplikatif dan mudah diterapkan masyarakat.

“Kami menghadirkan solusi sederhana yang bisa langsung dipakai di rumah. Ember tumpuk ini diharapkan membantu warga mengelola sampah organik sekaligus mengurangi volume limbah yang dibuang begitu saja”

“Pengelolaan sampah rumah tangga penting diperhatikan karena sebagian besar limbah yang dihasilkan warga justru berasal dari sisa bahan organik,” kata Fadhil.

Dua puluh unit ember tumpuk yang telah selesai dirakit selanjutnya akan digunakan untuk mendukung kegiatan edukasi dan pendampingan pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat setempat.

Mahasiswa berharap alat ini tidak sekadar menjadi produk kegiatan KKN, tetapi juga diperkenalkan dan dimanfaatkan warga secara berkelanjutan.

Pemilihan lokasi produksi di RT 16, Kelurahan Syamsudin Noor, juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk lebih dekat memahami kebutuhan serta potensi pengelolaan lingkungan di tengah masyarakat.

Melalui pendekatan yang sederhana namun nyata manfaatnya, mahasiswa KKN Tematik-LH ULM berharap kesadaran masyarakat untuk mengolah sampah sejak dari rumah semakin meningkat.**
usamah sbn