sbn-MARTAPURA, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar menggelar Ekspose Akhir Kajian Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur (IKLI) Tahun 2026 di Aula Bauntung, Jumat (4/9/2026).

KAJIAN yang melibatkan tim peneliti Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini menghasilkan angka indeks 73,21, masuk kategori Kurang Baik (C).


Dari 20 kecamatan yang disurvei, sebanyak 17 kecamatan berada di kategori C, hanya tiga kecamatan masuk kategori Baik (B).

Martapura dan Gambut mencatatkan nilai tertinggi, sementara Paramasan, Simpang Empat, dan Cintapuri Darussalam menjadi tiga wilayah dengan indeks terendah.

Penilaian mencakup enam kelompok infrastruktur, jalan-jembatan, air bersih, perumahan, irigasi, transportasi, dan pelayanan publik, dengan lima aspek penilaian: ketersediaan, kualitas, kesesuaian, pemanfaatan, serta dampak ekonomi.

Aspek ketersediaan dan kualitas justru mencatatkan nilai terendah, masing-masing 69,46 dan 68,43.

Kepala Bapperida Kabupaten Banjar, Hj. Anna Rosida Santi, menegaskan hasil ini menjadi bahan evaluasi penting. “Kondisi wilayah Banjar beragam, pegunungan, perkotaan, rawa hingga gambut, tidak bisa disamaratakan.

“Masukan dari seluruh pihak sangat dibutuhkan agar pembangunan lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Rekomendasi yang muncul antara lain peningkatan konektivitas jalan-jembatan, rehabilitasi irigasi, perbaikan air bersih, sanitasi, serta perluasan jaringan telekomunikasi di wilayah terpencil.

Hasil kajian ini akan menjadi dasar penyusunan prioritas pembangunan infrastruktur Kabupaten Banjar ke depan.***